Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Puskesmas Pajarakan Gelar Posyandu Kesehatan Jiwa Edelwis

Puskesmas Pajarakan Gelar Posyandu Kesehatan Jiwa Edelwis

Reporter: Syamsul Akbar

PAJARAKAN – Koordinator Kesehatan Jiwa Puskesmas Pajarakan, Senin (10/9/2018) menggelar posyandu kesehatan jiwa edelwis di Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan. Posyandu jiwa adalah pos pelayanan kesehatan terpadu yang berisi pengarahan kepada masyarakat untuk mempertahankan derajat kesehatan jiwa dan menggurangi resiko gangguan jiwa.

Kegiatan ini diikuti oleh screaning di posyandu kesehatan jiwa sebanyak 37 orang dan 6 (enam) orang masuk di kriteria skizofrenia dan retardasi mental dan yang lainnya dalam batas normal. Selanjutnya pasien yang sudah terdeteksi akan diarahkan ke Puskesmas Pajarakan untuk menjalani pengobatan sesuai advice dokter.

Koordinator Kesehatan Jiwa Puskesmas Pajarakan Syaeful Islam mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko seseorang untuk mengalami gangguan jiwa serta memberikan pengobatan dan terapi bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa di Puskesmas Pajarakan. “Selain itu, menunjang percepatan penurunan angka gangguan jiwa di Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Puskesmas Pajarakan dr Syaiful Bahri mengungkapkan kehidupan di dunia harus dinikmati dan disyukuri terlebih tentang anugerah kesehatan yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kesehatan adalah keadaan sehat fisik, mental dan sosial. Bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit saja. Sebuah niat mulia untuk membantu para ek-psikotik yang membutuhkan kesembuhan, kemandirian dan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Posyandu kesehatan jiwa ini dilakukan agar angka jumlah pasien Orang Dengan Masalah Kesehatan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) dapat berkurang dan yang sudah menderita gangguan jiwa dapat sembuh kembali dengan hidup yang penuh berinovasi,” ungkapnya.

Menurut Syaiful Bahri, keperawatan kesehatan jiwa adalah pelayanan keperawatan yang komprehensif, holistik dan paripurna yang berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan terhadap stress (resiko gangguan jiwa) dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan (gangguan jiwa).

“Untuk tahun 2018, wilayah kerja Puskesmas Pajarakan mencapai jumlah pasien orang dengan masalah kesehatan kurang lebih 2.477 jiwa dan jumlah orang dengan gangguan jiwa berat kurang lebih 84 orang. Perkembangan pasien yang sudah lepas pasung kurang lebih 5 orang,” jelasnya.

Dengan adanya posyandu kesehatan jiwa edelwis ini Syaiful Bahri mengharapkan tersedianya bukti sosialisasi pedoman pembentukan posyandu kesehatan jiwa edelwis kepada lintas sektor, pimpinan unit layanan fungsional dan manajerial serta pegawai Puskesmas Pajarakan. “Disamping meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar,” pungkasnya. (wan)