Sabtu, Mei 26, 2018
Beranda > Kesehatan > Puskesmas Pajarakan Gelar Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektor

Puskesmas Pajarakan Gelar Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektor

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dalam rangka mengkaji hasil kegiatan kerja sama lintas sektor dan tersusunnya rencana kerja tribulan berikutnya, Puskesmas Pajarakan mengadakan lokakarya mini tribulan lintas sektor, Selasa (30/1/2018).

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan Puskesmas Pajarakan ini diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari petugas puskesmas, Forkopimka Pajarakan, instansi terkait, kepala desa, Ketua TP PKK Kecamatan, Forum Kecamatan Sehat dan Multi Stakeholder Forum (MSF).

Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Syaiful Bahri mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi antara Forkopimka dengan lintas sektor yang ada di Kecamatan Pajarakan. Sekaligus melakukan evaluasi program tahun 2017 dan mengenalkan program tahun 2018. “Serta sebagai bahan identifikasi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Syaiful Bahri, puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan strata pertama.

“Agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal, maka puskesmas harus melaksanakan manajemen yang baik. Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara efektif dan efisien. Manajemen puskesmas tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban,” jelasnya.

Perencanaan tingkat puskesmas disusun untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, baik upaya kesehatan wajib, upaya kesehatan pengembangan maupun upaya kesehatan penunjang. “Perencanaan ini disusun untuk kebutuhan satu tahun agar puskesmas mampu melaksanakannya secara efisien, efektif dan dipertanggungjawabkan,”  tegasnya.

Sementara Camat Pajarakan Sukarno mengatakan bahwa kerja sama lintar sektor ini harus terus lebih ditingkatkan. Sehingga semua pihak bisa bersama-sama mengambil perannya masing-masing. Dengan demikian, maka diharapkan di Kecamatan Pajarakan sudah tidak ada lagi kasus gizi buruk serta tidak ada lagi kematian ibu dan bayi.

“Sinergitas, komunikasi dan koordinasi harus terus dilakukan dan lebih ditingkatkan. Karena semua itu merupakan kunci keberhasilan sebuah program. Tentu berbeda hasilnya jika bekerja sendiri-sendiri,” katanya. (wan)