Kamis, Februari 21, 2019
Beranda > Pendidikan > Persiapkan UNBK SMP, Dispendik Gelar Simulasi

Persiapkan UNBK SMP, Dispendik Gelar Simulasi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo terus melakukan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP tahun pelajaran 2018/2019. Salah satunya dengan melakukan simulasi UNBK secara serentak di Kabupaten Probolinggo.

Simulasi UNBK tingkat SMP ini dilakukan selama 3 (tiga) sesi dan masing-masing sesi dilakukan sebanyak 2 (dua) kali. Dalam simulasi UNBK ini para siswa dilatih untuk terbiasa mengerjakan soal ujian berbasis komputer.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Priyo Siswoyo mengatakan simulasi UNBK ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kepala Dispendik Provinsi Jawa Timur yang berkomitmen di Jawa Timur mampu melakukan UNBK 100% tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 sebesar 80%. Serta instruksi Bupati Probolinggo sebesar 100% tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 sebesar 60%.

“Untuk mempersiapkan siswa tingkat SMP dalam menghadapi UNBK 100%, maka dilakukan latihan-latihan berupa simulasi UNBK berbasis kompetensi yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sebanyak 3 kali,” katanya.

Menurut Priyo, simulasi UNBK ini bertujuan melatih siswa-siswi SMP untuk mengadopsi pola pengerjaan ujian yang dulu berbasis kertas menjadi berbasis komputer. “Dalam simulasi ini para siswa latihan mengerjakan soal ujian untuk mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan demikian mereka terbiasa mengerjakan soal ujian berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Dimana soalnya berasal dari Kemendikbud RI,” jelasnya.

Dari pantauan hasil simulasi UNBK yang dilakukan selama 2 (dua) sesi terang Priyo, siswa dan siswi mulai terbiasa menggunakan peralatan CBT komputer. Hanya saja simulasi ini hanya bersifat latihan soal dan mengenalkan peralatan komputer untuk UNBK. Sehingga hasilnyapun tidak menjadi tujuan utama.

“Dari simulasi ini muncul beberapa kendala, terutama listriknya masih sering padam. Jaringan sinyal kurang kuat dan internet masih kurang maksimal. Aplikasi masih ada sebagian yang bingung karena prokton dan teknisi masih baru. Tapi nantinya akan dibantu oleh prokton dan teknisi lain,” tegasnya.

Priyo menambahkan, UNBK tingkat SMP negeri/swasta tahun pelajaran 2018/2019 di Kabupaten Probolinggo akan diikuti oleh 9.783 orang. Mereka berasal dari 210 lembaga SMP negeri/swasta. Dimana 54 lembaga melaksanakan UNBK secara mandiri. Sedangkan 156 lembaga akan melaksanakan UNBK dengan menumpang kepada lembaga yang lain.

“Dengan kendala yang diterima selama simulasi, paling tidak untuk pelaksanaan UNBK kami sudah menyiapkan diri dalam mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang terjadi. Harapannya, ke depan UNBK yang dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo bisa mencapai 100%. Syukur-syukur bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun pelajaran 2017/2018,” harapnya. (wan)