Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Perpusdes Cahaya Ilmu Alasnyiur Terbaik Nasional

Perpusdes Cahaya Ilmu Alasnyiur Terbaik Nasional

Reporter : Syamsul Akbar
JOGJAKARTA – Perpustakaan Desa (Perpusdes) Cahaya Ilmu Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk dinilai berhasil dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Perpusdes ini tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku saja, tetapi berfungsi sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dalam hal ini Perpusdes Cahaya Ilmu memfasilitasi ketersediaan informasi baik melalui buku maupun internet. Fasilitasi penyediaan informasi bisa berupa pelatihan, workshop maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Semua aktivitas tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Atas capaian tersebut, Perpusdes Cahaya Ilmu Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk menjadi perpustakaan terbaik se-Indonesia dalam program PerpuSeru oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Penghargaan ini diserahkan dalam kegiatan Peer Learning Meeting Nasional PerpuSeru 2018 dengan tema “Transformasi Perpustakaan Berkelanjutan Menuju Literasi Untuk Kesejahteraan” di Hotel Royal Ambarrukmo Jogjakarta, Kamis dan Jum’at (5-6/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada Perpusdes Sang Juara Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar sebagai pemenang Lomba Cerita Impact Kategori Tulisan.

Kepala Desa Alasnyiur Hasan Basri mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga dengan keberhasilan tersebut. “Tentu kita sangat bangga dan keberhasilan ini tidak lepas dari peran pengelola perpusdes serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menurut Hasan Basri, di Perpusdes Cahaya Ilmu sekarang bukan hanya memberikan pelayanan untuk membaca, tetapi bisa dikembangkan dan diintegrasikan dengan kegiatan masyarakat. Serta sudah disiapkan komputer dan jaringan internet. Sehingga masyarakat bisa mengakses sesuatu dengan lebih mudah dan bisa belajar langsung praktek.

“Di Perpusdes Cahaya Ilmu, manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Dimana masyarakat bisa langsung mencari informasi yang selama ini masih belum diketahui. Misalnya belajar untuk produk olahan makanan dan minuman. Dari sini mereka pun berkreasi hingga akhirnya berhasil beberapa produk makanan dan minuman,” terangnya.

Ke depan Hasan Basri mengaku akan memperbaiki segala kekurangan yang ada dan meningkatkan sarana dan prasarana serta pelayanan yang ada sesuai dengan kualifikasi nasional yang terakreditasi. “Nantinya kami akan mengundang Tim Visitasi Akreditasi Perpustakaan Nasional RI ke Perpusdes Cahaya Ilmu Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk. Sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah terakreditasi nasional,” jelasnya.

Hasan Basri menambahkan saat ini Perpusdes Cahaya Ilmu memiliki koleksi 5.000 buku dengan 300 judul. Disamping juga penyediaan informasi melalui jaringan internet. “Kami berharap keberadaan Perpusdes Cahaya Ilmu ini mampu meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Serta mampu menambah ilmu pengetahuan melalui jaringan internet karena sudah dilengkapi Wifi,” harapnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo Budi Purwanto mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga atas prestasi yang diraih oleh Perpusdes Cahaya Ilmu Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk sebagai Perpusdes Terbaik nasional tahun 2018 dan Perpusdes Sang Juara Desa Kedungrejoso Kecamatan Kotaanyar sebagai pemenang Lomba Cerita Impact Kategori Tulisan.

“Selamat dan sukses, mudah-mudahan prestasi ini bisa semakin meningkatkan semangat bagi seluruh pengelola Perpusdes Cahaya Ilmu Desa Alasnyiur dan Perpusdes Sang Juara Desa Kedungrejoso dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” harapnya.

Menurut Budi Purwanto, program PerpuSeru ini dicanangkan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Untuk di Kabupaten Probolinggo sendiri, baru menjadi sasaran pada tahun 2016 melalui Dispersip yang saat itu masih menjadi Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo.

“Tetapi mulai Juli 2018, program ini sudah berakhir. Sehingga diharapkan semua desa yang ada di Kabupaten Probolinggo dapat replikasi program PerpuSeru ini dengan cara mengembangkan perpusdes di masing-masing desa,” jelasnya.

Budi Purwanto menerangkan Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk baru bergabung dalam program PerpuSeru pada tahun 2017. Sementara Desa Kedungrejoso bergabung pada tahun 2018.

“Insya Allah sampai dengan tahun 2018 ini, sudah terdapat 15 desa sasaran program PerpuSeru oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Program ini merupakan salah satu support dalam pengentasan kemiskinan dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan melalui buku dan IT,” pungkasnya. (wan)