Kamis, November 15, 2018
Beranda > Kesehatan > Peringati HUT ke-72, IBI Gelar Tasyakuran dan Seminar Sehari

Peringati HUT ke-72, IBI Gelar Tasyakuran dan Seminar Sehari

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), IBI Cabang Kabupaten Probolinggo menggelar tasyakuran dan seminar sehari di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (12/7/2018).

Peringatan HUT ke-72 IBI yang diikuti oleh 500 orang anggota IBI se-Kabupaten Probolinggo ini mengambil tema Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan Berkualitas” atau “The Midwives Leading The Way by Quality Care”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Achmad Arif, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur Rumenta Ningsih serta Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati.

Seminar IBI ini diawali dengan launching serta pengukuhan Bidan Delima dan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bidan tolak gratifikasi. Kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran berupa pemotongan tumpeng dan diakhiri dengan seminar sehari.

Pemotongan tumpeng ini dilakukan oleh Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif dan diserahkan kepada Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati.

Ketua panitia Sutilah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah stunting bersama bidan serta meningkatkan profesionalisme dan etos kerja yang berkualitas dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja sesuai dengan tema bidan adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Disamping itu bidan diharapkan bisa lebih peka terhadap masalah-masalah kesehatan ibu dan anak di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati menyampaikan bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan strategis yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kebidanan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, khususnya kesehatan reproduksi perempuan dan tumbuh kembang bayi dan balita.

“Banyak ahli telah membuktikan bahwa meningkatkan status kesehatan ibu dan anak dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas dimulai ddari sejak dini. Yakni sejak sebelum hamil atau bahkan dimulai dari masa remaja sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi perempuan. Pengawasan kesehatan ibu sebelum hamil sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan, ” ujarnya.

Nuryati menambahkan rangkaian kegiatan dalam HUT IBI adalah bakti sosial (bulan bakti IBI) dalam pelayanan IVA di 33 puskesmas dengan target 10 orang, lomba fashion show dan kreasi berjilbab di Gedung Sekretariat IBI di Kecamatan Dringu, anjangsana/kunjungan ke sesepuh IBI, tabur bunga ke makam sesepuh yang telah wafat. “Hari ini adalah acara puncak peringatan HUT IBI ke-72 yang sekaligus seminar dan halal bihalal. Disamping juga launching bidan delima, ” tegasnya.

Sedangkan Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengatakan IBI adalah satu-satunya wadah bidan di Indonesia yang mana bidan diakui sebagai tenaga kesehatan yang profesional yang bertanggungjawab dalam bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan pelayanan continum of care pada pelayanan kesehatan reproduksi, bayi, balita dan keluarga berencana.

“IBI mempunyai peranan yang penting dalam mendukung pemerintah dalam menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi. Karena di Kabupaten Probolinggo kematian ibu dan bayi setiap tahun masih terjadi,” katanya.

Arif merinci, tahun 2015 jumlah kematian ibu sebanyak 26 (140,62 per 100.000 KH), sedangkan tahun 2016 ada 20 ibu (111,62 per 100.000 KH). Sedangkan tahun 2017 sebanyak 14 (78,44 per 100.000 KH) dan tahun 2018 sampai bulan Juli sebanyak 4 orang ibu yang meninggal. Suatu prestasi yang luar biasa dan diharapkan mudah-mudahan tidak terjadi lagi kematian ibu hamil dan bersalin di tahun ini.

“Sedangkan kematian bayi tahun 2015 sebanyak 242 bayi (13,08 per 1000 KH), tahun 2016 sebanyak 223 bayi (12,44 per 1000 KH) dan tahun 2017 sebanyak 190 (10,64 per 1000 KH). Tahun 2018 sampai bulan Juni sebanyak 133 bayi yang meninggal. Merupakan tanggung jawab kita bersama harus berupaya dan mencari solusi mengapa di tahun 2018 jumlah kematian bayi cukup banyak, ” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-72 IBI tahun 2018 ini diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH Hasan Ahsan Malik dari Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan. (wan)