Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kesehatan > Peringati Hari Batik Nasional, RSUD Tongas Gelar Pemilihan Duta Rumah Sakit

Peringati Hari Batik Nasional, RSUD Tongas Gelar Pemilihan Duta Rumah Sakit

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – RSUD Tongas memiliki cara yang unik dan kreatif dalam memperingati Hari Batik Nasional. Selain semua petugas memakai batik dalam memberikan pelayanan kesehatan, tidak lupa momentum ini dimanfaatkan untuk ajang pemilihan duta rumah sakit sekaligus menyongsong verifikasi akreditasi rumah sakit, Selasa (2/10/2018).

Di RSUD Tongas total ada 12 unit pelayanan. Setiap unit mengirimkan sepasang perwakilannya untuk mengikuti pemilihan. Semua peserta calon duta mengenakan batik menjelaskan 1 pola batik nusantara yang diketahui, memperkenalkan diri dan promosi layanan menggunakan bahasa Jawa/Madura/Inggris serta menjawab pertanyaan undian seputar akreditasi dan profil rumah sakit.

Peserta ada yang menjelaskan batik Probolinggo diantaranya batik Bromo, Anggur Mangga, Rengganis serta batik Bawang. Ada pula yang menjelaskan batik Ponorogo, batik Parang dan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tongas dr. Moch Asjroel Sjakrie mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa diantaranya batik dan bahasa daerah.

“Pemilihan duta ini mempunyai maksud memilih representasi dari pegawai rumah sakit yang tidak hanya menarik namun juga pandai dalam bahasa daerah dan bahasa Inggris, pandai dalam menjelaskan akreditasi serta perumahsakitan,” ungkapnya.

Tim juri dalam pemilihan duta rumah sakit ini terdiri dari 2 tenaga medis. Yakni, dr. Catur Prangga W., SpA (Ketua Akreditasi RSUD Tongas) dan dr Denny Hidayati (Ketua Tim PKRS) serta perwakilan manajemen Lis Trilastuti (Kasubag TU) dan Kurnia Ramadhani (Kasi Pelayanan Kesehatan dan Keperawatan).

Tim ini menyeleksi dari 24 peserta menjadi Top 5 Besar kemudian terpilih 1 Duta RS Laki-laki dari unit HCU Abimanyu serta Duta RS Perempuan dari Unit Ruang Rawat Inap Anak Holifatur.

“Duta rumah sakit ini akan menjalani tugasnya selama satu tahun ke depan. Contohnya menyambut tamu/tim dari Komisi Akreditasi RS saat melakukan penilaian dan mengikuti event eksternal seperti pameran pembangunan,” jelas dr Asjroel.

Dalam kegiatan ini juga dipilih kostum batik terbaik dan peserta terfavorit. Dimana kostum batik terbaik diraih oleh Mila dari NICU yang menampilkan batik dari gendong/jarik bayi serta mampu menjelaskan filosofi kasih ibu di dalamnya. Sedangkan peserta terfavorit diraih oleh Habibulloh dari penunjang medis (farmasi) yang sangat antusias dan bersemangat dalam menjawab pertanyaan dewan juri.

Melalui pemilihan duta rumah sakit ini dr Asjroel ini mengharapkan para pegawai rumah sakit terus belajar dan menerapkan standar pelayanan sebagaimana dalam kaidah akreditasi sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. “Selain itu juga meningkatkan informasi kesehatan dan layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengakses layanan rumah sakit dengan mudah,” harapnya. (wan)