Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Pemkab Sosialisasikan Program Dukung Gerakan 1.000 HPK

Pemkab Sosialisasikan Program Dukung Gerakan 1.000 HPK

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan sosialisasi program mendukung gerakan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Taman Posyandu Kabupaten Probolinggo, Senin (28/5/2018).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ini diikuti oleh 87 orang peserta terdiri dari Dinkes, Kepala Puskesmas, Camat, Kepala Desa dan TP PKK Desa, perwakilan petugas gizi dan promkes puskesmas, bidan puskesmas, bidan desa, TP PKK Kecamatan, serta petugas penyuluh KB.

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi tentang Kebijakan Daerah dalam Mendukung Gerakan 1.000 HPK, Strategi Promosi Kesehatan dalam Gerakan 1.000 HPK, Program Emo Demo dalam Mendukung Gerakan 1.000 HPK di Taman Posyandu DC/TC serta RTL Kesepkatan Komitmen.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan sinkronisasi dari Pemkab Probolinggo dan kecamatan wilayah sasaran untuk program 1.000 HPK dalam rangka penurunan AKI dan AKB, kesehatan ibu hamil dan BADUTA (Bayi Bawah Dua Tahun) serta pemberian ASI Eksklusif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ada dukungan dari Pemerintah Daerah untuk kegiatan GAIN yang bekerja sama dengan para pihak, dukungan program intervensi EMO DEMO di Taman Posyandu oleh para pihak di tingkat kabupaten dan kecamatan, tersampaikannya alur kegiatan EMO DEMO yang dimulai dari TOT, MOT dan pelatihan kepada kader posyandu serta adanya strategi scalling up program di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Sutilah, Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) tahun 2017-2020 telah ditandatangani pada Desember 2017.

“Implementasi Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) tahun 2017-2020 telah ditandatangani pada Desember 2017 di Kabupaten Probolinggo meliputi 7 (tujuh) kecamatan. Meliputi, Krejengan dan Kraksaan, Maron, Tiris, Kraksaan, Pakuniran, Paiton dan Krejengan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan Indonesia merupakan negara terbesar kelima dengan jumlah anak stunting di dunia. Studi Pemantauan Status Gizi (PSG) Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 mencatat terdapat 28% balita stunting di Indonesia. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama.

“Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Dimana anak secara fisik terlihat lebih pendek daripada anak lain seumurnya,” ungkapnya.

Menurut Shodiq, kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit, memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa dan tidak memiliki kemampuan kognitif yang memadai, sehingga tidak saja mengakibatkan kerugian bagi individu tetapi juga kerugian sosial ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

“Fokus utama kerja sama MSP tersebut adalah untuk memperkuat dan melanjutkan dan memperluas cakupan program perbaikan gizi masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah program,” terangnya.

Shodiq menambahkan Rencana Induk Kegiatan sebagai bagian dari MSP tersebut meliputi program di bidang perbaikan gizi pada 1.000 HPK dan remaja serta peningkatan akses terhadap pangan bergizi dengan total anggaran selama 3 tahun sebesar Rp 52 milyar.

“Secara umum, wilayah pelaksanaan kegiatan program adalah Provinsi Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Kabupaten Probolinggo, Jember, Bondowoso, Trenggalek dan Kota Surabaya,” pungkasnya. (wan)