Jumat, Agustus 17, 2018
Beranda > Pendidikan > Pemkab Sosialisasikan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga

Pemkab Sosialisasikan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga di Paseban Sena Probolinggo, Senin hingga Rabu (6-8/8/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 398 orang peserta terbagi dalam 3 (tiga) angkatan. Angkatan I diikuti 137 orang terdiri dari 4 Kepala TKN Pembina, 53 Kepala TK Swasta, 30 Kepala KB, TPA dan SPS, 15 Ketua PKBM, 24 Ketua PKG PAUD dan 1 Penilik Diktara. Angkata II diikuti 132 orang terdiri dari 108 Kepala SD Inti dan 24 Pengawas SD.

Sementara angkatan III diikuti 129 orang terdiri dari 73 Kepala SMPN, 20 Kepala SMP Swasta, 5 Pengawas SMP, 11 Ketua Himpaudi Kecamatan, 4 IGTKI Kecamatan, 2 dari Dinas PPKB, 2 anggota TP PKK Kabupaten Probolinggo, 12 Penilik dan Petugas PAUD.

Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini dihadiri narasumber pusat Kepala BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur Dadan Supriatna didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Solikin serta 3 (tiga) orang Fasilitator Daerah Kabupaten Probolinggo.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong satuan pendidikan untuk melaksanakan pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepala satuan pendidikan, pengawas, penilik atau pihak lain yang belum pernah mengikuti kegiatan bimtek penyelenggaraan pendidikan keluarga tentang pelaksanaan pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2018 Tentang Standart Pelayanan Minimal (SPM) mengamanatkan mulai tahun 2019 ada SPM yang baru dan lebih ketat.

“Salah satu SPM yang distandartkan adalah mulai dari PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan (kejar Paket A, Paket B dan Paket C). Kemudian ada Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengamanatkan kualitas pendidikan untuk semua,” ungkapnya.

Menurut Dewi, tentunya hal tersebut akan terasa berat bagi pemerintah manakala tidak bergandengan tangan dengan pihak-pihak yang terkait para stakeholders. Salah satunya yang paling strategis adalah keluarga atau orang tua murid.

“Karena pendidikan anak-anak di sekolah yang diajarkan oleh Bapak dan Ibu guru itu juga harus konsisten didukung oleh pendidikan di keluarga. Bagaimana keluarga bisa terlibat langsung di sekolah mulai dari parenting, pameran siswa maupun kelas inspiratif. Jadi orang tua bisa menginspirasi anak-anak,” jelasnya.

Oleh karena itu terang Dewi, melalui dana APBN pihaknya melatih para kepada sekolah bagaimana memaksimalkan pembinaan pendidikan keluarga dan pelibatan keluarga dalam sekolah. “Ini tahun pertama piloting beberapa sekolah, tahun kedua sekolah inti dan tahun ketiga adalah semua sekolah,” terangnya.

Dewi menambahkan pelibatan keluarga ini dimulai dari bagaimana sarana prasarana bisa didukung. Karena sudah ada standartnya, maka orang tua memiliki kewajiban untuk ikut mendukung sarana dan prasarana itu untuk anak-anak mereka.

“Orang tua terlibat aktif mengapresiasi manakala anak-anaknya unjuk karya. Orang tua hadir mengapresiasi, tentunya anak-anak pasti senang. Ujung-ujunganya bagaimana kita meningkatkan hasil didik anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia, ” pungkasnya.

Setiap angkatan masing-masing mendapatkan beberapa materi dari Ditjen Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Fasilitator Daerah Kabupaten Probolinggo.

Meliputi, Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. Kemudian, pertemuan wali kelas dengan orang tua dan kelas orang tua. Selanjutnya, kelas inspirasi, pameran karya siswa dan pentas akhir tahun. Serta, pembulatan program pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). (wan)