Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Pendidikan > Pemkab Sosialisasikan Pendidikan Keluarga Pada 1.000 HPK

Pemkab Sosialisasikan Pendidikan Keluarga Pada 1.000 HPK

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Selasa hingga Sabtu (4-8/12/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 990 orang peserta dari 325 desa dan 5 kelurahan yang terbagi dalam 5 (lima) angkatan. Dimana setiap desa/kelurahan mengirimkan 3 (tiga) orang peserta terdiri dari Kepala Desa/Lurah, Ketua TP PKK Desa/Kelurahan dan Pengelola Lembaga PAUD.

Angkatan I diikuti 180 orang peserta dari Kecamatan Tongas, Sukapura, Lumbang, Wonomerto dan Sumberasih di RM Sedayu Tongas, Selasa (4/12/2018), angkatan II diikuti 186 orang peserta dari Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Sumber, Kuripan, Bantaran dan Dringu di SDN Bantaran 1 Kecamatan Bantaran, Rabu (5/12/2018).

Selanjutnya angkatan III diikuti 225 orang peserta dari Kecamatan Maron, Tiris, Krucil, Gending dan Banyuanyar di Kampoeng Kita Hotel Desa Condong Kecamatan Gading, Kamis (6/12/2018). Di tempat yang sama juga dilaksanakan angkatan IV diikuti 198 orang peserta dari Kecamatan Pajarakan, Kraksaan, Krejengan dan Gading, Jum’at (7/12/2018). Terakhir angkatan V diikuti 201 orang peserta dari Kecamatan Paiton, Besuk, Kotaanyar dan Pakuniran di KPRI Karya Dharma Paiton, Sabtu (8/12/2018).

Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina ini dihadiri narasumber pusat Kepala Seksi Sumber Belajar, Subdit Pendidikan Anak dan Remaja Kemendikbud RI Aria Ahmad Mangunwibawa didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Solikin serta 3 (tiga) orang Fasilitator Daerah Kabupaten Probolinggo.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai upaya untuk menangani dan mengurangi prefelensi stunting di Kabupaten Probolinggo, salah satunya dilakukan melalui pendidikan bagi keluarga/orang tua tentang perawatan dan pengasuhan pada 1.000 HPK.

“Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai peran penting dalam pendidikan anak untuk mewujudkan generasi emas 2045. Perkembangan anak dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan program pendidikan keluarga tujuan utamanya adalah mendorong dan meningkatkan kapasitas para pelaku pendidikan dalam mengimplementasikan pelibatan keluarga dan masyarakat untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya prestasi.

“Tri Sentra Pendidikan yang meliputi keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat merupakan pilar yang mempunyai peran sentral dan strategis dalam membangun karakter dan budaya prestasi anak. Ketiga pilar ini perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk saling melengkapi dan saling mendukung. Kolaborasi ketiganya diyakini akan memberi dampak positif bagi pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu,” katanya.

Menurut Dewi, masa 1.000 HPK merupakan masa penting yang berpengaruh dalam perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada masa ini diperlukan perawatan dan pengasuhan orang tua yang tepat sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.

“Melalui kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 HPK ini saya mengharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perwakilan masyarakat desa tentang pendidikan keluarga di 1.000 HPK dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Setiap angkatan mendapatkan beberapa materi dari Ditjen Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI, Dispendik Kabupaten Probolinggo dan Fasilitator Daerah Kabupaten Probolinggo.

Meliputi, kebijakan daerah, kebijakan pendidikan keluarga pada 1.000 HPK, perawatan dan pengasuhan anak pada 1.000 HPK, implementasi pendidikan keluarga pada 1.000 HPK di daerah serta pembuatan program pendidikan keluarga pada 1.000 HPK serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). (wan)