Rabu, November 21, 2018
Beranda > Kesehatan > Pemkab Sosialisasikan Haji Sehat

Pemkab Sosialisasikan Haji Sehat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan sosialisasi haji sehat dengan tema Menuju Istithaah Kesehatan Jamaah Haji di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (30/10/2018).

Kegiatan yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Liliek Ekowati ini diikuti oleh 100 orang jamaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2019 mendatang.

Selama kegiatan, para jamaah calon haji tahun 2019 ini mendapatkan materi implementasi PMK Nomor 15 Tahun 2016 dalam penyelenggaraan kesehatan haji oleh dr Moh Imran dari Puskeshaji (Pusat Kesehatan Haji), penyuluhan kesehatan haji oleh Sulistyowati dari Dinkes Provinsi Jawa Timur serta materi manasik haji oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif menyampaikan ucapan selamat kepada jamaah calon haji Kabupaten Probolinggo yang telah mendapatkan panggilan untuk menunaikan ibadah haji tahun 2019.

“Kita semua yang mendapat kesempatan ke tanah suci tahun 2019 sudah sepantasnya bersyukur, karena masih banyak diantara saudara-saudara kita yang seharusnya berangkat, akan tetapi harus tertunda keberangkatannya karena berbagai hal, ” katanya.

Menurut Arif, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional dan menyangkut martabat serta nama baik bangsa. Kegiatan penyelenggaraan ibadah haji menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini ditangani secara terpadu dan berkesinambungan. “Namun, partisipasi masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.

Arif menerangkan dalam pelaksanaannya di daerah, pembinaan bagi para calon jamaah haji dilaksanakan oleh masing-masing Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Kesehatan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

“Tujuan dari penyelenggaraan haji itu sendiri untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji serta untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan syariat Islam sehingga calon jamaah haji dapat menjadi haji yang mabrur, ” terangnya.

Lebih lanjut Arif menambahkan bahwa adapun haji sehat sesuai dengan Permenkes Nomor 15 tahun 2016 Tentang Istithaah jamaah haji, bahwa setiap jamaah haji berhak mendapatkan pembinaan kesehatan untuk mencapai keadaan istithaah kesehataan. Pembinaan kesehatan jamaah haji dilaksanakan setelah jamaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit berupa pemeriksaan tahap pertama.

“Perlu kita ingat bahwa melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah tentunya tidak sama dengan berdarmawisata keluar negeri. Karena untuk melaksanakan ibadah haji kita dituntut untuk menguasai semua petunjuk dan ketentuan yang berhubungan dengan keabsahan haji itu sendiri. Sebab kalau tidak mengikuti ketentuan-ketentuan tersebut tentunya ibadah haji itu tidak sah dan semua perngorbanan kita akan sia-sia, ” tambahnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut jelas Arif, maka Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkewajiban membantu jamaah calon haji dalam menunaikan ibadah haji setiap tahunnya, baik yang bersifat formal maupun non-formal. Salah satu jalan yang ditempuh untuk menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tersebut adalah dengan cara mengadakan pembinaan masa tunggu dan pemeriksaan tahap kedua dan dilanjutkan pemeriksaan masa keberangkatan.

“Saya berpesan kepada bapak dan ibu calon jamaah haji tahun 1440 H tahun 2019 M segera menyiapkan diri mulai dari saat ini baik mental maupun rohani, membersihkan hati, menyambung silaturahmi, memantapkan niat untuk menunaikan ibadah haji dan yang tidak kalah pentingnya adalah menantiasa menjaga kesehatan, ” pungkasnya.

Sementara Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Probolinggo Darsa mengungkapkan kegiatan ini merupakan program yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia kepada beberapa daerah di Indonesia. Khusus di Jawa Timur program ini hanya diberikan kepada 3 (tiga) daerah saja. Yakni, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Blitar.

“Harapannya nanti pada waktu akan berangkat ke tanah suci tahun 2019 mendatang, kesehatan jamaah calon haji sudah bisa ditangani dengan baik. Sehingga jamaah calon haji bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik, ” ungkapnya.

Sedangkan dr Moh Imran dari Puskeshaji menyampaikan bahwa ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Oleh karena itu jauh-jauh hari jamaah haji harus melakukan pemeriksaan. Bagi yang resiko tinggi (resti) diharapkan bisa menjaga kesehatannya sejak awal.

“Jamaah calon haji bisa berangkat ke tanah suci asalkan tekanan darahnya terkontrol. Oleh karena itu rutin periksa dan minum obatnya secara rutin. Selain itu, selalu rutin jalan kaki 2 sampai 3 kali seminggu, ” katanya.

Sebelum mengikuti sosialisasi haji sehat, para jamaah calon haji 2019 ini mengikuti deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo. Mereka melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, kadar gula dan asam urat. Selain itu, jamaah calon haji ini juga mengikuti tes kebugaran dengan melakukan lari cepat dalam waktu 6 menit. (wan)