Jumat, Januari 18, 2019
Beranda > Kemasyarakatan > Pemkab Probolinggo Gelar Tasyakuran Hari Jadi ke 9 Kota Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo

Pemkab Probolinggo Gelar Tasyakuran Hari Jadi ke 9 Kota Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. setelah melaksanakan ziarah makam Kyai Ronggo (sesepuh Kraksaan), Pemkab Probolinggo melaksanakan Tasyakuran/Selametan Hari Jadi Ke-9 Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo, Senin (07/01/2019) pagi, di aula Pesantren Hati Toroyan, Rangkang.

Untuk menandai acara tersebut Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE melakukan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada Drs H Hasan Aminuddin M.Si selaku anggota DPR RI Komisi 8, dan juga kepada H Djarot selaku keturunan ke – 6 dari Kyai Ronggo.

Acara ini juga terangkai bersama tasyakuran Capaian 100 Hari Kerja Bupati/ Wabup Probolinggo, Selamatan Keberangkatan Umroh, Penghargaan Kepada Ibu Kajari Kabupaten Probolinggo Hj Nada Lubis, serta peringatan hari kelahiran ke – 54 H. Hasan Aminuddin.

Hadir pula dalam tasyakuran tersebut Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, bersama beberapa perwakilan Forkopimda Probolinggo dan Sekda Probolinggo H Soeparwiyono, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Kholili, serta sejumlah pengurus jam’iyah NU dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam sambutannya Hasan Aminuddin mengemukakan, sosok KH. Abdul Jalal (Kyai Ronggo) adalah manusia yang telah banyak berjasa khususnya bagi keberadaan kota Kraksaan. Begitu banyak aset yang telah di infaqkan untuk kepentingan agama dan negara, diantaranya adalah lahan tanah untuk masjid Agung Arraudlah, Kantor Bupati Probolinggo dan Kantor Kejaksaan Negeri Kraksaan.

“Selain orang tua kita, siapapun yang telah berjasa kepada kita sudah sepatutnya untuk kita hargai, alhamdulillah ziarah makam Kyai Ronggo adalah salah satu yang paling sederhana yang bisa kita lakukan,” ungkap Hasan Aminuddin.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin menegaskan, menjadikan Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo adalah salah satu ikhtiar Pemkab Probolinggo untuk mengembalikan asal muasal sejarah. Dimana ratusan tahun yg lalu sebelum bangsa Indonesia merdeka, di beberapa daerah di Jawa Timur pada masa kerajaan Majapahit terdapat Kepatihan (Pemerintahan kecil), diantaranya adalah Pasuruan, Kraksaan, dan Besuki.

“Oleh sebab itu mohon doa barokahnya kepada seluruh yg hadir khususnya para habaib dan Alim Ulama agar Kota Kraksaan bisa menjadi sebuah Ibukota yang mampu menghantar generasi penerus yang berkualitas dan berakhlakul karimah,” tandasnya.

Terpisah, senada dengan hal tersebut Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE mengutarakan selama 9 tahun perjalanan Kota Kraksaan patut untuk disyukuri bersama.Berubahnya Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo disebutnya sebagai berkah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya warga Kota Kraksaan.

“Mari bersama – sama membangun Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo semoga dalam perjalanan kedepan Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo dijauhkan dari segala musibah dan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” pungkasnya. (dra)