Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Pemkab Probolinggo Harapkan Peluang Usaha Baru bagi Perempuan melaui Pelatihan Tata Rias

Pemkab Probolinggo Harapkan Peluang Usaha Baru bagi Perempuan melaui Pelatihan Tata Rias

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Setelah sepuluh hari lamanya sejak hari Senin (26/11/2018) yang lalu, Pelatihan tata rias pengantin dan mukena sulam benang untuk para kader Kampung KB Kebonagung dan Semampir ini secara resmi ditutup oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo, Kamis (06/12/2018) siang.

Penutupan pelatihan ini ditandai dengan acara Penyerahan sertifikat pelatihan kepada seluruh peserta dan dilanjutkan dengan kirab pengantin untuk memperagakan serta memamerkan hasil polesan make up mereka sendiri.

Melihat para peserta pelatihan itu tampil unjuk gigi, dr Anang Budi Yoelijanto Kepala DPPKB dan Camat Kraksaan Edi Sampurno cukup dibuat terperangah. Pasalnya tampilan mereka sudah benar – benar berbeda dibanding hari pertama. Ada yang menggunakan riasan bernuansa Pengantin Jawa, ada yang natural dan ada pula yang bergaya make – up artis.

“Sudah banyak perubahan yang tampak dibanding pada hari pertama pelatihan, kepada tutor kami harap tidak bosan mengajari mereka melalui jalur grup online, harapan kami ilmu ini tidak berhenti disini karena ilmu rias memang selalu berkembang setiap saat,” kata Anang mengawali sambutannya.

Saat itu Anang menegaskan bahwa pelatihan ini tidak bisa dikatakan berhasil hanya karena semata – mata seluruh peserta sudah terampil dalam merias wajah. Pelatihan ini berhasil jika mereka mampu memanfaatkan dan mengamalkan ilmu ini dan kemudian bisa mendapatkan nilai tambah dari pelatihan ini.

“Untuk memulai suatu usaha itu harus berani dan percaya diri, kalau memang masih grogi boleh ajak temannya untuk dikerjakan bersama. Coba dulu tawarkan jasa ini kepada teman dekat atau saudara sendiri untuk melatih kepercayaan diri kita,” tandas Anang.

Motivasi serupa juga disampaikan oleh Edi Suryanto Camat Kraksaan, sesuai dengan janjinya di awal pelatihan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pembuatan ijin usaha kecil secara kilat bagi peserta pelatihan Keterampilan Kerja ini. “Kami tunggu pengajuan ijin usaha kecilnya, lengkapi berkasnya di jamin satu hari langsung jadi,” kata Edi meyakinkan.

“Peluang pasar jasa perias masih terbuka begitu luas, karena memang pelaku usaha ini masih sangat terbatas dibanding tingkat kebutuhan masyarakat untuk jasa rias wajah. Oleh karena itu usaha jasa rias ini masih sangat memungkinkan untuk disasar,” tutupnya. (dra)