Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Pemkab Kembali Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Produktif

Pemkab Kembali Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Produktif

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) kembali melakukan pengawasan dan sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif di Pasar Besuk Kecamatan Besuk, Kamis (6/12/2018).

Dasar hukum kegiatan ini adalah Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI Nomor 48 tahun 2018 Tentang Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan dari pengawasan hampir 80% sapi madura dengan harga pedet sekitar Rp 7 juta.

“Pelaku usaha mengaku bahwa harga sapi madura saat ini masih mahal. Sementara sisanya 20% adalah sapi limosin dan simental,” katanya.

Menurut Niko, para pemilik sapi dan penjual sapi di Pasar Besuk sebagian ada yang mengerti adanya pelarangan pemotongan ternak betina produktif. Mereka berharap ada spanduk dipasang di Pasar Besuk.

“Alhamdulillah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo sudah memberikan banner ke staf Pasar Besuk untuk di pasang di Pasar Besuk. Leaflet juga diberikan kepada para pelaku usaha di Pasar Ternak Besuk sebagai salah satu cara sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif,” tegasnya.

Dari pengawasan di lapangan jelas Niko, Pasar Ternak Besuk perlu ditingkatkan sarana dan prasarana sehingga lebih nyaman untuk dijadikan tempat transaksi para pelaku usaha. Seperti toilet, kantor pengawasan, pavingisasi dan saluran air bersih. (wan)