Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kesehatan > Pemkab Gelar Workshop Audit Internal dan RTM

Pemkab Gelar Workshop Audit Internal dan RTM

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar workshop audit internal dan RTM (Rapat Tinjauan Manajemen) di ruang pertemuan Bale Hinggil Probolinggo, Selasa dan Rabu (6-7/11/2018).

Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di ruang pertemuan Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Kamis dan Jumat (8-9/11/2018). Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh 33 orang Ketua Tim Mutu di Puskesmas dan 21 orang Pendamping Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Sri Wahjuni Dyahmartiningsih mengungkapkan puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dengan melaksanakan upaya-upaya program wajib dan pengembangan yang dilaksanakan baik di dalam gedung maupun di luar gedung puskesmas.

“Selain memberikan pelayanan yang bermutu, puskesmas juga harus tahu apa saja kekurangan dari puskesmas tersebut agar bisa lebih baik. Salah satunya audit internal dari kepuasan masyarakat. Dari hasil itu nantinya dicek, diolah, disosialisasikan, ditindaklanjuti dan dirapatkan lagi ke RTM,” ungkapnya.

Menurut Dyah, dalam upaya peningkatan dan pengendalian mutu puskesmas diperlukan suatu tools antara lain audit internal dan RTM agar puskesmas mengetahui sejauh mana kesesuaian pelayanan dengan standar dengan melalui pengumpulan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi sistematis yang berorientasi dengan cara membandingkan antara standar yang disepakati dengan apa yang dilaksanakan oleh Tim Audit internal puskesmas secara berkala dan berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen perbaikan atau perubahan.

“Sebuah proses untuk melakukan evaluasi diri atas sistem manajemen mutu yang dijalankan apakah sudah sesuai dan efektif maka dilaksanakan RTM secara berkala dan terjadwal dengan melibatkan pihak yang terkait dengan operasional kegiatan organisasi yang dilaksanakan oleh Ketua Tim Mutu Puskesmas,” jelasnya.

Dyah menyampaikan kegiatan ini diberikan kepada Ketua Tim Mutu Puskesmas dan Pendamping Akreditasi Puskesmas dikarenakan akan mendampingi puskesmas yang akan re-akreditasi sebanyak 12 puskesmas. Meliputi Puskesmas Leces, Kraksaan, Krejengan, Paiton, Banyuanyar, Sumberasih, Tegalsiwalan, Pajarakan, Gending, Ranugedang, Wonomerto dan Bantaran.

“Ke-12 puskesmas ini akreditasinya sudah berjalan 3 tahun. Sesuai dengan ketentuan, setiap 3 tahun harus dilakukan re-akreditasi. Kegiatan ini adalah modal mereka untuk memperbaiki tim mutu dan pendamping sebagai bekal ke lapangan. Diharapkan dengan kegiatan ini puskesmas bisa memberikan pelayanan sesuai standar dan memberikan kepuasan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kabupaten Probolinggo Mursid mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan manajemen puskesmas sehingga mampu mensinergikan potensi yang dimiliki oleh puskesmas dari segi sumber daya manusia, sarana prasarana dan pembiayaan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penguatan tim audit internal melalui pembekalan bagi ketua Tim Mutu Puskesmas serta peningkatan kompetensi dari pendamping akreditasi terkait dengan audit internal dan RTM sebagai bekal pendamping akreditasi pada saat mendampingi puskesmas sebelum dan pasca akreditasi, ” katanya. (wan)