Kamis, Oktober 18, 2018
Beranda > Kesehatan > Pemkab Gelar Seminar Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia

Pemkab Gelar Seminar Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan PT POMI, Kamis (11/10/2018) menggelar seminar Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia di di Recc Hall PT POMI Paiton. Seminar ini mengambil tema “Mengenali Kesehatan Jiwa Pada Anak dan Remaja Sebagai Asset Bangsa”.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta terdiri dari dokter perawat se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja di masyarakat, asuhan keperawatan dan pelayanan kesehatan jiwa pada anak dan remaja di masyarakat, diagnosa medis masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja di masyarakat serta penatalaksanaan medis masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja di masyarakat oleh Ns Heni Dwi Windarwati, M.Kep.Sp.Kep.J dan dr Syaiful Alam, Sp.KJ.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Probolinggo Wiwik Yuliati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia (HKJS) tahun 2018 dengan meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara inklusif dan komprehensif di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, meningkatkan inovasi dan kreatifitas tenaga kesehatan dan kader kesehatan jiwa dalam pengembangan pelayanan jiwa bagi masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Wiwik, peran pemerintah menjadi sangat sentral untuk mendorong upaya investasi jangka panjang yang sangat menentukan bagi kokohnya bangsa ini. Tentu saja partisipasi berbagai sektor, elemen masyarakat, profesional juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerintah. Berbagai sosialisasi, edukasi dan pelatihan perlu dilakukan sampai menjangkau ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Mari kita siapkan bersama, orang muda di Kabupaten Probolinggo yang bahagia, tangguh dan sehat jiwa untuk membangun Indonesia di masa datang dan mampu berdiri tegak dikancah dunia,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan seperti diketahui bersama masa remaja dan dewasa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan dan dinamika. Perubahan-perubahan yang dialami oleh para muda ini secara natural sudah membawa dinamika gejolak, tampaknya bertambah pada era ini.

“Tuntutan sosial semakin tinggi, situasi juga semakin kompleks. Kesibukan atau kondisi sosial ekonomi orang tua, tekanan atau tuntutan pendidikan dan perubahan gaya hidup dapat memicu terjadinya kebingungan dan stres yang jika tidak teridentifikasi dan tidak tertangani dapat mengarah pada terjadinya suatu gangguan kejiwaan,” katanya.

Menurut Shodiq, WHO menyatakan bahwa separuh dari gangguan kejiwaan dimulai dari usia sekitar 14 tahun, akan tetapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak tertangani. Depresi merupakan kasus banyak dialami oleh orang muda yang apabila tidak tertangani dapat mengarah pada terjadinya bunuh diri.

“Penggunaan alkohol dan obat-obat terlarang, perilaku seks dan perilaku berisiko (seperti misalnya dalam mengendarai kendaraan) dan juga obesitas yang disebabkan karena pola perilaku makan yang tidak tepat juga merupakan isu-isu kesehatan mental yang banyak dialami oleh orang muda,” jelasnya.

Oleh karenanya jelas Shodiq, membina generasi muda yang ceria bahagia, mempunyai motivasi tinggi dan tangguh menghadapi berbagai gejolak perubahan menjadi sangat penting. Kesehatan jiwa generasi muda akan mencerminkan kesehatan dan masa depan sebuah bangsa. “Pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan pada remaja dan orang muda perlu diawali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat,” pungkasnya. (wan)