Jumat, Agustus 17, 2018
Beranda > Kesehatan > Pemkab Gelar Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa SD

Pemkab Gelar Pengukuran Kebugaran Jasmani Siswa SD

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pengukuran kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Puskesmas Pajarakan, Puskesmas Sumber, Puskesmas Jabungsisir dan Puskesmas Sumberasih.

Setiap lokasi, pengukuran kebugaran jasmani ini diikuti sebanyak 180 siswa SD terdiri dari murid kelas 3, kelas 4 dan kelas 5. Metode pengukurannya meliputi antropometri, tensi dan denyut nadi serta raktek lari 1 km.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengatakan keberhasilan pembangunan kesehatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia.

“Salah satu upaya kesehatan dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan diantaranya bahwa upaya kesehatan olahraga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat termasuk dalam meningkatkan prestasi belajar melalui aktivitas fisik atau olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur. Upaya kesehatan olahraga lebih mengutamakan pendekatan preventif dan promotif, tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif, ” katanya.

Menurut Yanto, demikian panggilan akrab Sumaryanto, tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah merupakan salah satu faktor penting karena selain dapat menurunkan angka kesakitan dan mendukung pendidikan karakter peserta didik juga dapat mempengaruhi prestasi belajar. Kebugaran jasmani siswa dapat menggambarkan kondisi fisiknya untuk melakukan aktivitas.

“Kebugaran jasmani tidak sama dengan kesehatan. Individu yang sehat belum tentu bugar, tetapi individu yang bugar pasti sehat. Siswa sekolah yang bugar tidak akan mudah lelah sehingga dapat mendukung dalam proses menerima pelajaran di sekoah. Semakin tinggi tingkat kebugaran jasmani seorang siswa, semakin baik kemampuan fisiknya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya, ” tegasnya.

Yanto menambahkan, kegiatan ini bertujuan mewujudkan siswa sekolah yang sehat, bugar dan produktif melalui pembudayaan aktifitas fisik dan olahraga yang baik, benar, terukur dan teratur di lingkungan sekolah.

“Selain itu, meningkatkan perilaku siswa sekolah dalam meningkatkan kebugaran jasmani, meningkatkan pengetahuan siswa sekolah terhadap perlunya latihan fisik dan olahraga, meningkatkan derajat kesehatan siswa sekolah, meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah serta meningkatkan kemandirian sekolah turut mewujudkan gerakan masyarakat untuk hidup sehat,” pungkasnya. (wan)