Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Pemdes Randujalak Berikan Pembinaan Kader Tribina Indah

Pemdes Randujalak Berikan Pembinaan Kader Tribina Indah

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Dalam rangka mendukung kegiatan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Pemerintah Desa (Pemdes) Randujalak Kecamatan Besuk, Selasa (10/7/2018) memberikan pembinaan kader tribina indah meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Randujalak Kecamatan Besuk ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari ibu rumah tangga, kader desa, anak, remaja dan pelajar mulai tingkat SMP hingga SMA di Desa Randujalak Kecamatan Besuk.

Pembinaan ini dibuka secara resmi oleh Camat Besuk Teguh Prihantoro didampingi oleh Koordinator PLKB Kecamatan Besuk Syaifuddin Zuhri, Kepala Desa Randujalak Anis Nurhainis serta Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo yang juga bertindak sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut Massajo menyampaikan materi tentang pentingnya saling pengertian dan perhatian dalam membina keluarga dan pemenuhan hak-hak anak. Sesuai Undang-undang Nomor 25 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa anak adalah mereka yang belum berusia 18 tahun.

“Mereka memiliki hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi. Serta membangun ketahanan keluarga melalui basis pendidikan dan keagamaan,” katanya.

Melalui kegiatan ini Massajo mengharapkan ada persepsi yang sama pentingnya kelompok-kelompok pembinaan di masyarakat sebagai wadah informasi edukasi dan mencari solusi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. “Sekaligus adanya sinergi antara aparat pemerintah dengan masyarakat,” jelasnya.

Secara khusus Massajo selaku Penilik Diktara mengaku berkepentingan untuk menelusuri ATS (Anak Tidak Sekolah). Karena sesuai data dan informasi ATS di Kecamatan Besuk ada sekitar 400 lebih berusia 7-21 tahun. Maka perlu forum untuk check and richek kemudian telusur dan diverval.

“Langkah selanjutnya, mareka dikembalikan ke sekolah asal atau ikut kesetaraan paket A, B dan paket C sesuai kondisi ATS. Bisa juga ikut pelatihan dan kursus sesuai minatnya,” tegasnya.

Massajo menambahkan bahwa hal ini perlu kerja sama lintas sektor dan lembaga sosial masyarakat termasuk karang taruna. “Karena karang taruna dapat berfungsi strategis yang ditunjang oleh faktor kesetaraan usia dan pendanaan yang memungkinkan support kegiatan dan pembinaan dapat berjalan,” pungkasnya.

Sementara Camat Besuk Teguh Prihantoro lebih banyak menekankan tentang pentingnya memberikan perhatian lebih kepada balita untuk pertumbuhan fisik dan mentalnya, karena periode balita merupakan masa pertumbuhan emas (golden age) untuk pertumbuhan kecerdasan dan emosionalnya ke depan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang positif dalam rangka mewujudkan kader tribina indah sebagai upaya pembinaan dalam BKB, BKR dan BKL di Kecamatan Besuk, khususnya di Desa Randujalak,” katanya. (wan)