Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Optimalkan Peran Kader Bina Keluarga Balita

Optimalkan Peran Kader Bina Keluarga Balita

Reporter : Syamsul Akbar
WONOMERTO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo bersama beberapa instansi terkait memberikan pembekalan kepada kader Bina Keluarga Balita (BKB) di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Pembekalan ini dilakukan dalam rangka mengoptimalkan peran kader BKB.

Rabu (29/2/2018), pembekalan ini diberikan kepada 20 orang kader BKB di Kecamatan Wonomerto. Kegiatan ini diberikan supaya kegiatan BKB di Taman Posyandu berjalan aktif. Karena selama ini pelaksanaan BKB di Taman Posyandu belum sesuai dengan yang diharapkan.

Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Herman Hidayat mengatakan kegiatan ini bertujuan supaya kader BKB mempunyai kompetensi untuk mengelola kegiatan BKB yang ada di desa. “Harapannya kegiatan BKB supaya bisa bermanfaat bagi orang tua yang mempunyai balita,” katanya.

Pembekalan ini difokuskan kepada peran kader BKB, tumbuh kembang anak, pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo dengan pola asuh anak. “Serta menjadi orang tua yang hebat,” tegasnya.

Menurut Herman, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh kader BKB. Diantaranya, kader BKB di tempat tertentu masih merangkap menjadi kader posyandu sehingga tidak bisa fokus melakukan tugasnya sebagai kader BKB, kesulitan mendapatkan kader BKB di desa, kompetensi kader masih kurang serta belum semua kader BKB memperoleh insentif dari APBDesa.

“Solusi yang kami lakukan untuk mengatasi kendala-kendala itu adalah dengan memberikan pembekalan kepada kader BKB. Selain itu memasukkan anggaran untuk kader BKB melalui APBDesa sekaligus mengoptimalkan kader BKB yang sekarang merangkap menjadi kader posyandu,” jelasnya.

Herman menerangkan idealnya setiap BKB itu berisikan 5 (lima) orang kader BKB. Namun dalam kenyataannya, jumlah kader BKB setiap desa tidak sama tergantung kebijakan masing-masing desa.

Hingga saat ini BKB di Kabupaten Probolinggo sudah terbentuk sekitar 600 BKB. “Sehingga ke depan semakin banyak kader BKB murni dan tidak rangkap jabatan dengan kader posyandu,” akunya.

Lebih lanjut Herman mengharapkan supaya kader BKB mampu menjadi penggerak bagi orang tua balita dalam mengasuh anak dengan baik. Dengan adanya BKB diharapkan semua balita nanti bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, mulai dari aspek motoriknya, kognitif maupun emosional sehingga bisa berkembang dengan baik.

Herman menambahkan bahwa perkembangan balita itu ditentukan bagaimana orang tua memberikan gizi yang baik. Serta bagaimana orang tua mengasuh balita dengan baik. “Peran kader BKB ini begitu penting dalam rangka melakukan kewajiban pada anak, baik gizi maupun pola pengasuhan yang dilakukan,” pungkasnya. (wan)