Kamis, Oktober 18, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Nominasi Desa Berseri Jatim, Desa Sukomulyo Harapkan Naik Tingkat Madya

Nominasi Desa Berseri Jatim, Desa Sukomulyo Harapkan Naik Tingkat Madya

Reporter : Hendra Trisianto

PAJARAKAN – Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan adalah salah satu delegasi Kabupaten Probolinggo dalam Program Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari). Sejak awal ditunjuk, desa yang merupakan tapal batas dengan Kecamatan Kraksaan ini boleh dibilang serius dalam mengelola dan menjalankan program yang di kembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur ini.

Poin utama yang merupakan tolak ukur pada program desa Berseri seperti pada pengelolaan sampah yang terukur dan terorganisir dengan baik, serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk menciptakan lingkungan yang lestari menjadi konsentrasi kerja tersendiri bagi Yuliati, ST Kepala Desa Sukomulyo.

Keseriusan itu nyata-nyata membuahkan hasil dan menuai prestasi gemilang. Oleh karenanya Desa Sukomulyo diganjar sebagai juara I dalam lomba Desa tingkat Kabupaten dan juara II pemberdayaan kader lingkungan tingkat Provinsi beberapa waktu yang lalu.

Mengkonsentrasikan pelaksanaan program Berseri di dusun Stasiun salah satu wilayah kerjanya rupanya menjadi langkah yang sangat tepat bagi kades yang cinta kebersihan dan keindahan ini. Pasalnya, konsep Berseri yakni Bersih dan Lestari sangat memerlukan dukungan dan komitmen bersama warga untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan.

“Alhamdulillah masyarakat sangat berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan, di tambah adanya kader/kelompok lingkungan yang cukup militan dalam aksi provokasi lingkungan. Seperti pemasangan slogan-slogan lengkap dengan informasi sanksi untuk memotivasi peduli lingkungan,” ungkap ibu dua anak ini.

Kini pihaknya tengah menunggu hasil evaluasi lapangan dari tim evaluasi dan pembinaan program desa Berseri DLH Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung di dusun Stasiun, Rabu 11/04/2018. Evaluasi ini adalah sebagai acuan untuk maju dari tingkat Pratama ke tingkat Madya.

“Semoga Desa Sukomulyo bisa naik tingkat menjadi Madya, hal ini InsyaAllah akan menambah semangat kami dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih lestari dan bebas dari sampah,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan Nur Achmad, Ketua Kader Lingkungan desa Sukomulyo. Cinta alam adalah konsep paten dalam jiwanya, semangat dan sepak terjangnya dalam mensuport program lingkungan di desa nya pun tentu tidak perlu diragukan lagi.

Begitu juga dengan adanya program desa Berseri ini, dirinya bersama sembilan kader lainnya sangat yakin, dengan mengoptimalkan program ini maka lambat laun kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan akan merambah ke dusun lain.

“Manfaatnya akan sangat terasa, selain lingkungan menjadi nyaman dan hijau, dengan pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman hijauan juga akan menambah pendapatan ekonomi keluarga,” ungkap Inung sapaan akrabnya.

Untuk menuju tingkat Madya dalam program desa berseri ini, sejatinya pihaknya telah berbenah jauh hari sebelum tim evaluasi turun. Termasuk pengelolaan pada bidang admistrasi yang meliputi program kerja, target bulanan, dan tahunan juga sudah dibenahi dan dilengkapi.

“Sejauh ini kami telah memiliki 90 lubang biopori, 10 komposter, 5 Takakura dan lokasi pengkomposan alami dari limbah ternak. Sedangkan untuk mobilisasi sampah ke TPST, kami mengoperasikan 3 tossa,” jelas penghobi fotografi ini.

Lebih lanjut Inung menjelaskan, beberapa masukan yang ia terima saat mendampingi tim evaluasi lapangan program desa Berseri beberapa hari yang lalu. yang utama adalah untuk mengupayakan peningkatan peran masyarakat untuk lebih memanfaatkan pekarangan rumah guna menunjang kebutuhan harian keluarga. Kemudian untuk bidang administrasi, lanjutnya, pihaknya harus lebih mengoptimalkan lagi pencapaian perencanaan program kerja kader lingkungan desa Sukomulyo.

“Menurut tim evaluasi kemarin, adanya beberapa rumah yang terlihat maksimal dalam pemanfaatan lahan pekarangannya, serta pengelolaan sampah yang terpusat di TPST kami itu point nya tinggi. Mudah-mudahan hal ini bisa menutupi kelemahan kami dan InsyaAllah kami bisa naik tingkat,” kata Inung harap-harap cemas.

Sementara Anang Budiarto, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo, rupanya juga mengamini apa yang diharapkan desa Sukomulyo ini. DLH selaku leading sektor pada program desa Berseri di Kabupaten Probolinggo tentu bisa menilai hasil kerja desa Sukomulyo ini.

“Kelebihan desa Sukomulyo adalah memiliki pemuda-pemudi yang giat dan proaktif, tentu ini merupakan modal awal untuk langkah selanjutnya. Dan menurut pengamatan kami, memungkinkan bagi desa Sukomulyo untuk naik menjadi tingkat Madya,” kata Anang Budiarto.

Anang mengatakan akan banyak sekali keuntungan yang didapat bagi desa/kelurahan yang aktif dalam pengembangan program desa/kelurahan Berseri ini. Karena hal ini selaras dengan salah satu visi Kabupaten Probolinggo yaitu mewujudkan masyarakat yang berwawasan lingkungan.

“Desa yang peduli dengan lingkungan akan menjadi jujukan daripada program-progran Pemerintah. Selain itu kami juga memfasilitasi adanya program CSR dari beberapa perusahaan swasta yang sangat concern dalam bidang lingkungan hidup,” jelasnya.

“Kedepan kami harap desa Sukomulyo mampu meneruskan program ini ke dusun dan RW yang lain sehingga mencapai tingkat Mandiri. Tidak semata-mata prestasi saja, namun benar-benar mampu mewujudkan desa yang berseri dengan masyarakatnya yang peduli akan lingkungan,” pungkasnya. (dra)