Kamis, Februari 21, 2019
Beranda > Pendidikan > Mulai Verifikasi dan Validasi Data Calon Penerima Insentif BOSDA

Mulai Verifikasi dan Validasi Data Calon Penerima Insentif BOSDA

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK
– Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Besuk, Rabu (7/2/2019) mulai melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima insentif BOSDA APBD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019 bersama Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Khusus program PAUD, usulan pemberian insentif bagi para guru PAUD (KB, TPA dan SPS) di tahun 2019 ada tambahan jumlah calon penerima total sebanyak 109 orang. Sedang pada tahun 2018 lalu jumlah totalnya sebanyak 95 org. Penambahan sebanyak 14 orang berasal dari para Bunda Pos PAUD dari 7 (tujuh) desa diusulkan masing-masing 2 orang per desa di Kecamatan Besuk.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo bersama Camat, Kepala Desa dan Lembaga Pembina Posyandu (LPP) yang menyelenggarakan Pos PAUD diharapkan desa mendampingi pembiayaan dan kebutuhan lainnya agar tidak terjadi penerimaan insentif ganda. Seperti pemberian transport rapat bulanan dan pembinaan oleh penilik, biaya akomodasi workshop dan pelatihan peningkatan SDM para guru PAUD, penyadiaan alat dan bahan bermain di lembaga PAUD serta biaya dukungan pemenuhan kebutuhan akreditasi lembaga.

“Harapan dengan meningkatnya perhatian kesejahteraan guru, sarana dan peningkatan kompetensi para pendidik PAUD, akan dapat meningkatkan capaian APK PAUD, SPM PAUD dan terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI serta Ibu Bupati Probolinggo,” kata Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo.

Sebagai gambaran di Kecamatan Besuk terdapat 32 lembaga PAUD (KB, TPA dan SPS) hasil data penelusuran Dapodik PAUD Dikmas kondisi semester ganjil. Namun pada kenyataan riil di lapangan berdasar chek laporan bulanan dan pembinaan lembaga, hanya terdapat 30 lembaga PAUD, sehingga terdapat 2 (dua) lembaga PAUD yang sebenarnya lembaganya tidak ada, tetapi tetap muncul diupdate Dapodik PAUD dan Dikmas.

“Maka dalam hal tersebut telah dilakukan konsultasi, musyawarah dan dibuatkan surat usulan penutupan akun 2 lembaga PAUD dan sekaligus surat pernyataan dari penyelenggara bahwa lembaga tersebut benar-benar tidak menyelengarakan PAUD. Ke-2 lembaga tersebut adalah KB Tarbiyatul Islam Bago di Desa Bago dan KB Kamboja di Desa Alasnyiur,” pungkasnya. (wan)