Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Monitoring dan Evaluasi Budidaya Laut di Pulau Gili Ketapang

Monitoring dan Evaluasi Budidaya Laut di Pulau Gili Ketapang

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Tim Pengawasan Sumberdaya Perikanan dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Teknis Kelautan Perikanan Pesisir dan Pulau Kecil melakukan monitoring dan evaluasi budidaya laut di Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Selasa (4/12/2018).

Dalam monitoring dan evaluasi (monev) budidaya laut ini, tim memantau perkembangan kondisi kerambah. Selain itu juga melihat dari dekat kondisi kerambah, teknis budidaya, hasil panen, kondisi ikan dan kondisi perairan. Monev ini difokuskan kepada kerambah milik 3 (tiga) kelompok. Yakni, Pokdakan Mina Gili, Pokdakan Gili Aqua Mina dan Pokdakan Maju Jaya.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Hari Pur Sulistiono mengungkapkan monev ini bertujuan untuk melihat perkembangan budidaya laut di perairan Pulau Gili Ketapang. Sekaligus memonitoring bantuan hibah kerambah apung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur tahun 2018.

“Dari hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, ternyata bantuan hibah yang diterima oleh kelompok sudah termanfaatkan semuanya dengan baik. Bantuan kerambah apung ini sudah mampu memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan,” katanya.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi budidaya laut ini Ipung, panggian akrab dari Hari Pur Sulistiono mengharapkan perkembangan budidaya kerambah di Pulau Gili Ketapang bisa terus berkembang. Hanya saja harus ada peran dari Kepala Desa (Kades) Gili Ketapang untuk mengatur kepemilikan kerambah agar tidak terjadi monopoli kepemilikan.

“Semoga budidaya laut kerambah ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan yang ada di Pulau Gili Ketapang, terutama saat terjadi musim paceklik. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat,” pungkasnya. (wan)