Kamis, November 15, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Karang Taruna Buka Bersama Ratusan Anak Jalanan

Karang Taruna Buka Bersama Ratusan Anak Jalanan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/6/2018) sore mengadakan buka bersama ratusan anak jalanan di halaman GOR Sasana Krida Kota Kraksaan. Kegiatan ini juga melibatkan personil dari Tagana Kabupaten Probolinggo.

Buka bersama ratusan anak jalanan ini dihadiri oleh pengurus Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Probolinggo, Ketua FPKT Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili beserta segenap jajaran FPKT serta Ketua dan Sekretaris FPKT Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 15.30 WIB, ratusan anak jalanan dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Kraksaan dan Besuk mulai memadati halaman GOR Sasana Krida Kota Kraksaan. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan buka bersama yang diadakan oleh Karang Taruna Kabupaten Probolinggo.

Ketua FPKT Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili mengatakan bahwa buka bersama dengan ratusan anak jalanan ini merupakan wujud kepedulian Karang Taruna dalam mengentaskan dan membina anak jalanan. Sebab selama ini, mereka kerap dipandang sebagai kelompok negatif, bahkan dianggap sampah masyakarat.

“Kami ingin memberikan kegiatan positif sehingga mereka tidak lagi di jalanan. Sebagai langkah awal, mulai hari ini mereja kita panggil sayang bukan lagi anak jalanan. Panggilan itu menurut kami sangat bagus. Kita menuruti permintaan mereka,” katanya.

Dalam waktu dekat jelas Yunita, karang taruna akan membuat semacam rumah singgah, agar supaya para anjal tidak berkeliaran di jalanan. Selain itu, karang taruna dengan menggandeng beberapa pihak secara bertahap akan berupaya menyediakan lapangan kerja bagi remaja jalanan tersebut.

“Nantinya akan ada semacam rumah singgah yang akan kami buat. Selain itu beberapa anggota kami juga siap menampung para sayang untuk bekerja, baik di usaha yang dikelola atau mencarikan pekerjaan yang layak,” terangnya.

Rizky, salah satu anak jalanan asal Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan mengaku bahwa selama ini ia dan teman-temanya memang jarang berkumpul dengan instansi atau organisasi yang bersedia menampung keluh kesah mereka. Yang ada, justru ia dan rekan-rekannya dikejar-kejar petugas Satpol PP saat melakukan razia.

“Kami bersyukur karena karang taruna telah peduli dan memberikan ruang untuk bisa mengeluarkan unek-unek yang kami rasakan sejauh ini. Yang menjadi keluhan kami adalah tentang pandangan publik terhadap kami. Padahal pekerjaan sebagai pengamen jalanan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Cak Tar, anak jalanan asal Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan. Dirinya berharap bagaimana para anak jalanan ini diberi pekerjaan selayaknya, meskipun menjadi kuli bangunan.

“Kami sangat berharap supaya ada pekerjaan yang bisa kami lakukan. Kalau sudah ada pekerjaan, kami tidak akan ada di jalan lagi. Karena apa yang kami lakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang kebanyakan orang lain tidak tahu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yunita juga meminta perwakilan anak jalanan untuk maju ke depan dan membacakan Pancasila. Tanpa disangka, meskipun dalam keseharian ada di jalan, ternyata mereka begitu memahami Pancasila dengan menyebutkan sila-sila dengan benar. (wan)