Rabu, November 21, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Evaluasi Jaringan Temu Usaha Kerjasama Koperasi

Evaluasi Jaringan Temu Usaha Kerjasama Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Sebagai upaya peningkatan dan pengembangan usaha koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo menggelar evaluasi jaringan temu usaha koperasi di Orin Hall & Resto Probolinggo, Senin (5/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang peserta terdiri dari unsur gerakan koperasi yang mempunyai usaha di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber Ketua Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Kasi Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Lilik Susianti mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan SDM pengurus koperasi yang bergerak di sektor usaha dan perdagangan. “Serta memperkuat peran koperasi dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan, ” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Usaha Koperasi dan Fasilitasi Permodalan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Eduard Nahumury mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari temu bisnis dan jaringan usaha kerja sama koperasi antara gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo dengan gerakan koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta bulan Mei 2018 lalu.

“Disini kami melakukan evaluasi sejauh mana yang sudah dilakukan selama ini antara gerakan koperasi Kabupaten Probolinggo dengan gerakan koperasi di Yogyakarta. Apakah sudah ada jaringan usaha kerja sama dengan mereka. Disamping juga sebagai sarana mengevaluasi pelaksanaan baik koperasi maupun usahanya,” katanya.

Menurut Edo, panggilan akrab Eduard Nahumury, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemantapan tentang perlunya membentuk jaringan usaha kerja sama koperasi. Sehingga siapa berbuat apa sudah bisa dilaksanakan. Dengan demikian manfaat dan sasaran yang ingin dicapai sudah siap.

“Dari hasil evaluasi ini sepertinya model jejaring usaha kerja sama koperasi ini wajib dilanjutkan. Karena manfaat yang didapat sangat menjanjikan demi kemajuan usaha koperasi,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tentang Making Indonesia 4.0 Roadmap kepada seluruh unsur gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo. Yakni mengenalkan program yang fokusnya kepada pemanfaatan IT. Sehingga para pelaku usaha koperasi bisa siap dan tahu dalam menggunakan aplikasi berbasis IT tersebut. Karena selama ini, penguasaan terhadap IT ini yang menjadi kekurangan dari pelaku usaha koperasi.

“Melalui kegiatan ini para pelaku usaha koperasi bisa mengenal dan tahu terhadap revolusi industri sehingga diperlukan adanya jejaring usaha kerja sama antar koperasi. Sekaligus dapat melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan yang sudah dilakukannya,” harapnya.

Terpisah Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono menyampaikan bahwa saat ini koperasi harus menyesuaikan diri dengan kemajuan IT (Informasi dan Teknologi) yang sedang berkembang cukup pesat.

“Secara perlahan koperasi harus mulai berbasis IT. Ini hukumnya wajib dilakukan oleh semua koperasi di Kabupaten Probolinggo. Sebab jika tidak, maka nantinya bisa menjadi koperasi yang tertinggal. Sehingga koperasi harus berlomba-lomba mengembangkan IT sebagai wujud koperasi siap menggunakan inovasi secara online,” katanya.

Hanya saja terang Nanang, kesulitan untuk mewujudkan hal tersebut sangat heterogen. Sebab meskipun sudah berkumpul dan saling berdiskusi, belum tentu semuanya paham akan koperasi. “Oleh karenanya kami terus berupaya untuk menyamakan persepsi bagaimana ke depan koperasi yang ada di Kabupaten Probolinggo sudah berbasis IT, ” pungkasnya. (wan)