Kamis, Oktober 18, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > DKPP Evaluasi Pemanfaatan Alsintan

DKPP Evaluasi Pemanfaatan Alsintan

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi pemanfaatan alsintan (alat mesin pertanian) rice transplanter (alat tanam) dan combine harvester (alat panen).

Evaluasi ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan praktek pembuatan bedengan media persemaian bisa berupa tray di kediaman Ketua Kelompok Tani Sumber Waru Tarsan di Desa Pabean Kecamatan Dringu, Rabu (11/4/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 34 anggota kelompok tani (poktan) penerima alsintan terdiri dari 17 anggota poktan dari Kecamatan Dringu dan 17 anggota poktan dari Kecamatan Gending. Selama pelatihan mereka mendapatkan materi dari DKPP berupa kebijakan pemanfaatan alsintan dan Ketua Kelompok Tani Sumber Waru Tarsan berupa demo penggunaan alsintan.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bambang Suprayitno mengungkapkan hingga saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan rice transplanter sebanyak 42 unit di 19 kecamatan dan combine harvester sebanyak 38 unit di 15 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

“Jika ada alsintan yang tidak dimanfaatkan, maka kami akan lakukan realokasi kepada kelompok lain yang lebih membutuhkan. Mengantisipasi hal itu, maka kami memberikan pelatihan pembuatan bedengan persemaian berupa tray. Sehingga nantinya bisa memanfaatkan alsintan yang sudah diterima oleh masing-masing kelompok,” ungkapnya.

Menurut Bambang, kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan alsintan yang ada, mengurangi ketergantungan kepada tenaga manusia ke mekanisasi serta untuk mempercepat proses tanam dan panen. “Selain itu, untuk mengurangi kehilangan hasil dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini Bambang mengharapkan petani sudah bisa menggunakan alsintan dengan baik sehingga bisa mensosialisasikan kepada anggota kelompoknya. Disamping juga mengurangi ketergantungan kepada regu tanam yang sudah mulai berkurang serta mempercepat proses penanaman. “Semoga dengan adanya pelatihan ini tidak ada realokasi, karena alsintan sudah dimanfaatkan dengan baik,” harapnya.

Apabila di suatu wilayah membutuhkan alsintan terang Bambang, maka bisa mengajukan sewa melalui brigade yang ada di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Kodim 0820 Probolinggo dengan ketentuan biaya sewa untuk operator 40%, BBM 20%, angkut 20% dan perbaikan 20%.

“Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini nantinya akan dilakukan praktek di lapangan terkait dengan pemanfaatan alsintan rice transplanter dan combine harvester. Nantinya juga akan ada pelatihan khusus bagi 20 orang anggota poktan dari STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) Malang,” pungkasnya. (wan)