Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Dispersip Gelar Peer Learning Meeting Transformasi Perpusdes

Dispersip Gelar Peer Learning Meeting Transformasi Perpusdes

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo, Senin (9/7/2018) menggelar Peer Learning Meeting (PLM) Transformasi Perpustakaan Desa (Perpusdes) di Watersport Desa Gading Wetan Kecamatan Gading.

Kegiatan ini merupakan forum berbagai capaian dan strategi keberhasilan dari 15 Perpusdes binaan Dispersip Kabupaten Probolinggo. Meliputi, Desa Alasnyiur, Bago, Krejengan, Gading Wetan, Sumberan, Kedungrejoso, Sentul, Sepuh Gembol, Sentong, Bhinor, Opo-opo, Jangur, Dungun, Bayeman dan Sumber Klidung.

PLM Transformasi Perpusdes ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Budi Purwanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Heri Sulistyanto, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Imam Syafii serta Kepala Desa Gading Wetan Supriyono dan beberapa kepala desa (kades) dari 15 perpusdes.

Dalam sambutannya Plt Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Budi Purwanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan capaian, keberhasilan, pembelajaran PerpuSeru dalam metransformasi perpustakaan desa binaan Dispersip.

“Sekaligus memfasilitasi sharing good practice untuk membangun motivasi dan inspirasi keberlanjutan transformasi perpustakaan 15 perpusdes replikasi serta membangun komitmen Pemerintah Daerah untuk keberlanjutan transformasi perpustakaan melalui Program Literasi untuk Kesejahteraan, ” katanya.

Budi Purwanto menerangkan kemajuan dan keberhasilan sebuah perpustakaan desa menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi kepala desa (kades) yang mempunyai keinginan agar masyarakatnya pintar. Karena perpustakaan ini adalah tempat untuk menambah ilmu dan pengetahuan agar kehidupan menjadi lebih baik. Oleh karena itu apa yang menjadi kebutuhan perpustakaan segera diusulkan.

“Perpustakaan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2019 masuk dalam salah satu program prioritas pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) disebutkan salah satu tujuannya adalah pembangunan pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Disamping juga IPM yang mana perpustakaan juga memberikan kontribusi dalam pembangunan, ” jelasnya.

Sementara Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menyampaikan pada dasarnya ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo sangat kaya. Bahkan jika bicara masalah ekonomi, Kabupaten Probolinggo masih diatas Jawa Timur. Hanya saja jika bicara masalah kesehatan dan pendidikan masih berada di nomor 3 dari bawah. Tetapi ketika sistemnya dirubah berada pada nomor 7 dari bawah.

“Mengapa kita tidak maju-maju, padahal potensi ekonominya sangat bagus. Ternyata hal itu berkaitan erat dengan pola pikir masyarakat. Ini hanya mindset masyarakat yang tidak menempatkan pendidikan di depan. Sehingga orang yang awalnya kaya akhirnya miskin karena tidak ada ilmunya,” katanya.

Heri mengharapkan agar pendidikan, ilmu dan perpustakaan bisa terus ditingkatkan. Karena pendidikan dan kesehatan itu penting sehingga akan berdampak kepada ekonomi masyarakat.

“Saya ingin melalui perpustakaan ini ada investasi jangka panjang yang tidak bisa dilihat seketika. Jangan diambil semua desa, tapi cari desa yang kepala desanya respek dulu. Terlebih perpustakaan boleh dianggarkan lewat ADD dan DD. Perpustakaan desa ini sangat penting dan bisa didanai oleh ADD dan DD. Kuncinya untuk memajukan perpustakaan ini hanya satu yaitu kemauan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemaparan dari Bappeda Kabupaten Probolinggo serta Kepala Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk Hasan Basri. Dimana Perpusdes Cahaya Ilmu di Desa Alasnyiur mampu menjadi Perpusdes Terbaik se-Indonesia dalam program PerpuSeru oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Perpustakaan Nasional RI. (wan)