Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Pendidikan > Dispendik Latih Kepala SD dan SMP Best Practice

Dispendik Latih Kepala SD dan SMP Best Practice

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan best practice bagi Kepala SD dan SMP di aula SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu, Selasa hingga Minggu (4-9/12/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari 30 orang Kepala SD dan 10 orang Kepala SMP di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Pengawas SD dan Pengawas SMP Kabupaten Probolinggo bersertifikat tingkat nasional.

Materi yang diberikan diantaranya pengantar best practice, identifikasi pengembangan sekolah sebagai ide penulisan best practice, sistematika best practice, bagan menulis best practice, menulis latar belakang, tujuan dan manfaat, menulis kajian pustaka, membuat prosedur best practice, menulis kesan dan pembahasan, menulis kesimpulan dan rekomendasi, mengidentifikasi bukti fisik dan dokumen serta menyelesaikan draft best practice.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Sulastri mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam menemukan solusi dalam mengatasi masalah di sekolah. “Selain itu meningkatkan kemampuan guru maupun kepala sekolah dalam menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk best practice,” katanya.

Menurut Sulastri, dari kegiatan ini output yang diharapkan setiap peserta pelatihan dalam hal ini kepala sekolah mampu menghasilkan 1 (satu) produk karya tulis best practice. “Karya tulis ini sudah harus dikumpulkan paling lambat pada bulan Januari 2019 mendatang,” jelasnya.

Sulastri mengharapkan dari hasil pelatihan ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan untuk mengikuti lomba Best Practice tingkat nasional yang rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan April atau Mei 2019 mendatang. “Diharapkan masing-masing kepala sekolah bisa membimbing guru untuk membuat karya tulis dalam bentuk inovasi pembelajaran di lembaganya,” harapnya. (wan)