Kamis, Oktober 18, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Disnaker Berikan Pembinaan Produktivitas Bagi Pelaku Wirausaha

Disnaker Berikan Pembinaan Produktivitas Bagi Pelaku Wirausaha

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, Kamis (11/10/2018) memberikan pembinaan produktivitas bagi pelaku wirausaha. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan pelaku wirausaha yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Pembinaan yang dipusatkan di aula Disnaker Kabupaten Probolinggo ini menghadirkan narasumber dari UPT Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Disnaker Kabupaten Probolinggo serta MUI Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono melalui Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Priharjoto Lestari mengatakan kegiatan ini dimaksudkan agar para pelaku wirausaha mengerti dan memahani arti pentingnya produktivitas.

“Tujuannya menambah pengetahuan dan wawasan bagi pelaku wirausaha tentang peningkatan produktivitas sehingga dapat mengimplementasikan peningkatan produktivitas dalam pelaksanaan kegiatan usaha menjadi lebih produktif,” katanya.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BLK Kabupaten Probolinggo ini, produktivitas adalah sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.

“Manfaat peningkatan produktivitas secara umum dapat meningkatkan kemampuan bersaing, khususnya dalam perdagangan internasional yang menambah pendapatan negara serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan standart hidup dan martabat bangsa sekaligus memperkokoh eksistensi dan potensi bangsa yang berarti memantapkan ketahanan nasional,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banyuanyar ini menambahkan produktivitas dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu merumuskan kebijakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

“Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran produktivitas tenaga kerja melalui pemasyarakatan produktivitas, pemahaman dan penghayatan konsep dan nilai-nilai budaya produktif,” pungkasnya. (wan)