Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Diskan Gelar Pertemuan Pengembangan Produk Bernilai Tambah

Diskan Gelar Pertemuan Pengembangan Produk Bernilai Tambah

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan pengembangan produk bernilai tambah di Kabupaten Probolinggo, Selasa (9/10/2018).

Kegiatan yang digelar di RM New Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih ini diikuti oleh 120 orang peserta terdiri dari Kelompok Pengolah dan Pemasar serta Kader Posyandu 24 Kecamatan. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan daerah dalam pengembangan produk bernilai tambah, pengembangan produk hasil perikanan dan permasalahan UMKM di Kabupaten Probolinggo, GMP/SSOP produk perikanan dan praktek PPNT dilanjutkan pembentukan kelompok.

Kasi Mutu dan Diversifikasi Produk Diskan Kabupaten Probolinggo Nurhafiva mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan pengembangan produk bernilai tambah guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pengolah tentang produk perikanan.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha, meningkatkan peluang usaha serta peningkatan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan pengembangan produk merupakan suatu proses untuk menciptakan produk-produk baru yang biasanya dikaitkan dengan kebutuhan konsumen atau pasar, dapat berupa produk inovatif, produk modifikatif, dan produk imitatif.

“Sedangkan nilai tambah (value added) adalah semua bentuk proses baik manual maupun mekanikal yang berubah bentuk baru, baik dari segi penampakkan, tekstur, taste dan flavor/cita rasa serta lain sebagainya,” katanya.

Menurut Dedy, Kabupaten Probolinggo mempunyai potensi perikanan yang sangat besar sehingga sudah seharusnya untuk dikembangkan. Berbagai macam produk olahan hasil perikanan sudah banyak diproduksi oleh pelaku usaha perikanan, seperti pindang, ikan kering, ikan asap, kerupuk, abon, dendeng, sirup rumput laut, keripik lele, kue kering ikan dan masih banyak lagi.

“Akan tetapi produk-produk ini tidak hanya ada di Kabupaten Probolinggo, di daerah lainpun juga ada produk yang sama. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan produk agar bernilai tambah lebih sehingga dapat bersaing di pasar,” pungkasnya. (wan)