Kamis, Februari 21, 2019
Beranda > Kesehatan > Dinkes Sosialisasikan Pendampingan Ibu Hamil

Dinkes Sosialisasikan Pendampingan Ibu Hamil

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Jum’at (12/10/2018) memberikan sosialisasi pendampingan ibu hamil di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu. Sosialisasi ini diikuti oleh 135 orang peserta terdiri dari 33 orang bidan puskesmas dan 102 kader posyandu dari 33 puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang manfaat buku KIA, menentukan faktor resiko tinggi pada ibu hamil dengan menggunakan KSPR (Kartu Skor Puji Rohyati), peran dan tugas kader sea teknik pendampingan dengan menggunakan buku saku kader.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengatakan kegiatan ini bertujuan agar kader posyandu bersedia mendampingi ibu hamil sampai melahirkan. Salah satunya mengawasi ibu hamil untuk minum tablet tambah darah.

“Konsep pendampingan yang dilakukan adalah 1 (satu) kader mendampingi 1 (satu) posyandu. Intinya berapapun jumlah ibu hamil dalam satu posyandu tetap dilayani oleh satu orang kader. Sementara di Kabupaten Probolinggo terdapat sekitar 1.317 posyandu. Dengan demikian ada 1.317 orang kader posyandu yang akan mendampingi ibu hamil,” katanya.

Menurut Asjroel, pendampingan ibu hamil ini merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal dan mengawasi ibu hamil di wilayah posyandu untuk mendapatkan pelayanan yang sedini mungkin oleh petugas kesehatan.

“Dengan demikian ibu dan bayinya menjadi sehat, tidak mengalami keterlambatan dalam mendapatkan pelayanan dari petugas kesehatan. Contohnya perawatan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah serta asam folat yang menjadi kebutuhan dari ibu hamil,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Asjroel mengharapkan semua ibu hamil yang ada di wilayah posyandu terdampingi oleh semua kader posyandu sehingga tidak ada keterlambatan untuk mendapatkan penanganan yang diperlukan. “Harapan akhirnya tentu mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)