Kamis, November 15, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Workshop Pelaksanaan Kampanye Germas

Dinkes Gelar Workshop Pelaksanaan Kampanye Germas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur menggelar workshop pelaksanaan kampanye Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di 9 Kabupaten Lokus di Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Senin (21/5/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang Lintas Sektor, Lintas Program, Ormas dan Dunia Usaha. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang Germas Dalam Mendukung Penurunan Stunting, TBC dan Peningkatan Cakupan dan Kualitas Imunisasi dan Draft SK Pokja Germas Tingkat Kabupaten, Metoda, Teknik dan Pengembangan Media dalam mengkampanyekan Germas serta Identifikasi Kegiatan Germas Tahun 2018 dan 2019 oleh LS dan LP anggota Forum Germas.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengatakan Indonesia sedang mengalami perubahan pola penyakit dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain. Meningkatnya kasus PTM akan menambah beban pemerintah dan masyarakat.

“Tanpa upaya yang signifikan, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat, didorong oleh perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi buah dan sayur yang rendah serta konsumsi rokok dan alkohol,” katanya.

Menurut Asjroel, promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular.

“Mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Asjroel menerangkan, Germas merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

“Tujuan Germas menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk serta menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan, ” terangnya.

Sementara Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan secara khusus Germas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat dalam upaya di bawah payung aksi promotif dan preventif serta menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular.

“Upaya ini dapat dilakukan melalui peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan serta peningkatan edukasi hidup sehat, ” ungkapnya.

Rusminah menerangkan Germas dilaksanakan dengan pendekatan multisektor. Setiap pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, sesuai tugas pokok dan fungsinya, berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung (mendukung) upaya peningkatan kesadaran masyarakat.

“Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye dan edukasi hidup sehat dan perubahan perilaku hidup sehat seperti beraktivitas fisik, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tidak merokok, memeriksakan kesehatannya secara rutin, menjaga higienitas pribadi dan keluarga serta kesehatan lingkungan,” tegasnya. (wan)