Jumat, Januari 18, 2019
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Workshop Desa/Kelurahan Siaga Aktif Bagi Lintas Sektor

Dinkes Gelar Workshop Desa/Kelurahan Siaga Aktif Bagi Lintas Sektor

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop desa/kelurahan siaga aktif bagi lintas sektor di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (11/12/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 orang dari puskesmas (Kepala Puskesmas dan Pelaksana Promkes) dan 84 orang dari kecamatan (Kasi Kesra, Pendamping Desa PSD, TP PKK dan FKKS). Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, Dinkes Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo serta FKPS Kabupaten Probolinggo.

Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam mengaktifkan dan meningkatkan kualitas desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan adanya kegiatan ini puskesmas maupun kecamatan mengetahui gambaran desa siaga di Jawa Timur, mengetahui perannya dalam mendukung desa siaga dan mendapatkan sosialisasi tentang Perbup Desa/Kelurahan Siaga Aktif di Kabupaten Probolinggo. Selain itu mengetahui dukungan pemerintahan desa dalam mendukung desa siaga dan mengetahui peran FKKS dalam mendukung desa siaga,” ungkapnya.

Menurut Rusminah, upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan ditujukan untuk mencapai target indikator desa siaga aktif purnama mandiri 12% dan posyandu purnama mandiri 70%.

“Hasil capaian di Kabupaten Probolinggo untuk posyandu purnama mandiri sudah melebihi target yaitu 74%. Sedangkan desa/kelurahan siaga di Kabupaten Probolinggo semakin lama semakin menurun stratanya. Bahkan ada yang belum aktif sebanyak 90 desa (37,7%), pratama 184 desa (76,7%), madya 50 desa (20,8%), purnama 6 desa (2,5%), sehingga target purnama-mandiri belum tercapai,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan melalui desa/kelurahan siaga aktif diharapkan kasus-kasus penyakit baik menular maupun tidak menular dapat ditekan, masyarakat aktif mengembangkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dan mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Untuk meningkatkan cakupan dan kualitas desa siaga aktif PURI di Kabupaten Probolinggo serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan prioritas, maka upayanya adalah meningkatkan kegiatan pengembangan desa/kelurahan siaga aktif agar meningkat stratanya,” katanya. (wan)