Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Refreshing Program Indera Kesehatan Mata

Dinkes Gelar Refreshing Program Indera Kesehatan Mata

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam upaya membangun sistem layanan kesehatan mata yang komprehensif dan inklusif, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Yayasan Paramitra dan CBM Indonesia menggelar kegiatan refreshing program indera kesehatan mata, Senin (27/8/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang dokter umum dari puskesmas se-Kabupaten Probolinggo serta 3 orang dari Yayasan Paramitra. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Rumah Sakit Mata Masyarakat Surabaya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Probolinggo Wiwik Yuliati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk merefresh pengetahuan tentang kesehatan mata khususnya katarak dan refraksi bagi dokter umum puskesmas sehingga memiliki kecakapan dalam menangani kasus mata dari masyarakat.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dokter umum puskesmas terupdate kapasitasnya terkait kesehatan mata (katarak dan refraksi) sehingga memahami dan mampu dalam menangani kasus katarak dan refraksi yang dirujuk ke puskesmas,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Liliek Ekowati mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan model praktek yang baik dalam meningkatkan cakupan penanganan/tindakan pencegahan kebutaan yang dapat dihindari melalui upaya yang komprehensif dengan memperkuat kapasitas dan sistem kesehatan mata yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Program ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat dan para pengambil keputusan tentang hak-hak penyandang disabilitas dan akan secara aktif melibatkan penyandang disabilitas dalam perencanaan dan implementasi proyek,” katanya.

Menurut Liliek, model yang akan dikembangkan ini diharapkan bisa menjadi suatu percontohan yang bisa direplikasi oleh kabupaten-kabupaten lain.

“Dalam tahapan kegiatannya terdapat  kegiatan peningkatan kapasitas/refresh bagi dokter puskesmas dengan tujuan untuk merefresh terkait dengan kesehatan mata sehingga ketika ada kasus akan bisa menangani secara maksimal,” tegasnya.

Liliek menambahkan Jawa Timur memiliki angka prevalensi kebutaan yang cukup tinggi yaitu 4,4 % dari total populasi usia >50 tahun atau sekitar 9.145.027 orang, dimana angka kebutaan Kabupaten Probolinggo sebesar 9.932 orang.

“Melihat angka tersebut begitu ironis karena kesehatan mata sampai saat ini belum menjadi isu prioritas kesehatan di Jawa Timur. Hal ini bisa dilihat dari dokumen renstra yang sama sekali belum secara eksplisit menyebutkan tentang kesehatan mata. Mengingat pentingnya kesehatan mata, maka isu ini menjadi sangat penting untuk diperjuangkan bersama,” pungkasnya. (wan)