Rabu, Desember 12, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Pertemuan Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat

Dinkes Gelar Pertemuan Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka finalisasi perencanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas tahun 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (26/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 264 orang peserta terdiri dari Kepala Puskesmas dan Pokja UKM di 33 Puskesmas serta 21 orang lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari semua bidang di Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Materi yang diberikan meliputi dukungan kegiatan BOK tahun 2019, Bidang Kesehatan Masyarakat (KB, Lin faskes, ASI Eksklusif, pemantauan tumbang, stunting, air bersih dan jamban), Bidang P2P (TB, kesehatan jiwa, hipertensi, merokok dan imunisasi), Bidang Yankes (JKN) dan Bidang SDK (Tenaga Nusantara Sehat).

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar tersusun perencanaan BOK Puskesmas tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo. Selain itu Kepala Puskesmas dan Pokja UKM Puskesmas memahami program prioritas UKM 2019, penggunaan dana BOK tahun 2019 dan melakukan finalisasi perencanaan BOS Puskesmas tahun 2019.

“Dengan adanya pertemuan Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat dalam rangka finalisasi perencanaan BOK Puskesmas tahun 2019, diharapkan pelaksanaan kegiatan di puskesmas berjalan lebih maksimal,” harapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.

“Akan tetapi tidak semua Kabupaten/Kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” katanya.

Dalam pelaksanaannya terang Shodiq, BOK berpedoman pada ketentuan Standart Pelayanan Kesehatan (SPM) di bidang pelayanan kesehatan dan juga diarahkan untuk mencapai target tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). “Serta harus diarahkan pada pembudayaan pola hidup sehat bagi masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Menurut Shodiq, agar puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dan berkesinambungan dalam mencapai tujuannya, maka Pokja UKM Puskesmas harus melakukan finalisasi perencanaan BOK Puskesmas tahun 2019. Perencanaan BOK Puskesmas tersebut selain mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan di daerah harus juga disusun berdasarkan pada hasil analisis situasi saat itu (evidence based) dan prediksi ke depan yang mungkin terjadi.

“Proses selanjutnya adalah penggerakan dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan/program yang disusun, kemudian melakukan pengawasan dan pengendalian diikuti dengan upaya-upaya perbaikan dan peningkatan (corrective action) dan diakhiri dengan pelaksanaan penilaian hasil kegiatan melalui penilaian kinerja puskesmas,” pungkasnya. (wan)