Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Pertemuan Pengelola Program TB dan Laborat

Dinkes Gelar Pertemuan Pengelola Program TB dan Laborat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan pengelola program Tuberkulosis (TB) dan laborat di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (23/10/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 72 orang peserta terdiri dari 33 pengelola program TB dan 33 laborat dari 33 puskesmas serta 3 pengelola program TB dan 3 laborat dari 3 rumah sakit di Kabupaten Probolinggo.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Veronica mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh sebuah kegiatan yang mempunyai daya ungkit tinggi sehingga peranan masing-masing pengelola program TB dan Laboratorium dapat berjalan dengan sinergis.

“Selain itu mengevaluasi kegiatan program TB pada tahun 2017 dan 2018, percepatan penemuan kasus TB di Kabupaten Probolinggo serta menjamin keberlangsungan program TB,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Liliek Ekowati mengatakan Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak Negara sejak tahun 1995.

“Jumlah kasus TB di Indonesia menurut laporan WHO tahun 2015, diperkirakan ada 1 juta kasus TB baru per tahun (399 per 100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian per tahun (41 per 100.000 penduduk). Diperkirakan 63.000 kasus TB dengan HIV positif (25 per 100.000 penduduk). Angka Notifikasi Kasus (Case Notification Rate/CNR) dari semua kasus, dilaporkan sebanyak 129 per 100.000 penduduk. Jumlah seluruh kasus 324.539 kasus, diantaranya 314.965 adalah kasus baru,” katanya.

Secara nasional jelas Liliek, perkiraan prevalensi HIV diantara pasien TB diperkirakan sebesar 6,2%. Jumlah kasus TB-RO diperkirakan sebanyak 6700 kasus yang berasal dari 1,9% kasus TB-RO dari kasus baru TB dan ada 12% kasus TB-RO dari TB dengan pengobatan ulang. Di Jawa Timur pada tahun 2017 kasus TB yang ditemukan sejumlah 54.530 kasus.

“Sedangkan di Kabupaten Probolinggo yang diperoleh dari data Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu (SITT) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 sejumlah 1.481 kasus dengan evaluasi pengobatan sembuh/pengobatan lengkap 1.287 kasus (87%), gagal pengobatan 9 kasus (0,6%), meninggal 83 kasus (5,6%), drop out/putus berobat 48 kasus (3,2%) dan belum di evaluasi 54 kasus (3,6%),” jelasnya.

Sedangkan pada tahun 2018 terang Liliek, kasus yang diperoleh dari SITT Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sebanyak 1.200 kasus dengan rincian asien baru 1.106 kasus, pasien kambuh 21 kasus dan pasien dengan riwayat pengobatan TB lainnya 8 kasus. Indikator kolaborasi TB-HIV meliputi pasien TB yang sudah diketahui status HIVnya 731 (64,23%), pasien TB dengan HIV positif 40 kasus, pasien TB dengan HIV positif yang mendapat ART 14 kasus serta pasien TB dengan HIV positif yang mendapatkan PPK 19 kasus.

“Sehingga diperlukan sebuah kegiatan pertemuan bagi pengelola program TB di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Probolinggo sehingga percepatan dan peningkatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TB di Kabupaten Probolinggo semakin baik,” pungkasnya.(wan)