Senin, Juli 23, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program

Dinkes Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengadakan pertemuan koordinasi lintas sektor dan lintas program di Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/7/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, Kemenag, Dinas Pendidikan, PKK Kabupaten, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinkes, DPPKB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta puskesmas mulai dari Kepala Puskesmas/Tenaga Gizi/Bidan/Perawat/Sanitarian).

Selama kegiatan, materi yang diberikan meliputi kebijakan regulasi dan strategi dalam Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), analisis permasalahan pangan dan gizi, penanggulangan masalah gizi di Jawa Timur serta pengalaman pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG) di daerah oleh narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi dalam rangka penanganan antisipasi masalah pangan dan gizi di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan tentang Kebijakan regulasi dan strategi dalam Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG), meningkatkan pengetahuan tentang Analisa Pangan dan Gizi serta menambah pengalaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di daerah,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengungkapkan arah pembangunan gizi sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan bab 8 pasal 141, menyatakan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, melalui perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang.

“Disamping juga perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik dan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta peningkatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi, ” ungkapnya.

Menurut Asjroel, upaya peningkatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi dilakukan berbagai upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat sedang dilaksanakan dengan dukungan lintas program dan lintas sektor termasuk institusi pendidikan gizi sebagai Center of Excellence guna mencapai target RPJMN bidang Kesehatan.

“Berdasarkan Riskesdas Tahun 2013 diketahui bahwa prevalensi balita kurus dan prevalensi balita stunting masing-masing sebesar 12,1% dan 37,2%. Sedangkan prevalensi ibu hamil resiko Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 24,2%,” jelasnya.

Namun demikian jelas Asjroel, dalam operasional di lapangan masih sering ditemui berbagai kendala yang terkait dengan informasi pangan dan gizi masyarakat baik teknis maupun manajemen program termasuk pembiayaan serta partisipasi masyarakat.

“Menyadari kendala tersebut, maka dipandang sangat perlu untuk dilaksanakan pertemuan koordinasi lintas sektor dan lintas program Tim SKPG di Kabupaten Probolinggo. Sinkronisasi dan penajaman prioritas serta strategi percepatan program yang dikembangkan berdasarkan kecenderungan capaian dan hambatan dengan aplikasi berbagi terobosan baru dibidang teknis dan pembiayaan yang cost effective,” pungkasnya. (wan)