Kamis, November 15, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Koordinasi Berkala SBH

Dinkes Gelar Koordinasi Berkala SBH

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka meningkatkan kelangsungan penyelenggaraan Saka Bakti Husada (SBH) di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan koordinasi berkala SBH di Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Senin (28/5/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang terdiri dari Kwartir Cabang (Kwarcab)/DKC (Dewan Kerja Cabang, Pinsaka (Dinkes), Kwartir Ranting (Kwaran), Kepala Puskesmas, anggota SBH Ranting serta Promkes Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi Kelembagaan SBH, Peran Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk mendukung stunting serta kegiatan pengembangan SBH dalam mendukung mengatasi masalah stunting, TBC dan peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi dari narasumber Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang kelembagaan SBH di gerakan pramuka serta meningkatkan pengetahuan tentang peran Germas terhadap penurunan stunting, TBC dan peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi.

“Selain itu, meningkatkan peran SBH yang akan dikembangkan Pemkab Probolinggo dalam upaya menurunkan stunting, TBC dan peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi,” ujarnya.

Menurut Sri Rusminah, dengan semakin intensifnya koordinasi maka kegiatan pembinaan bagi anggota penegak dan pandega yang bertujuan ikut berperan serta aktif mengatasi permasalahan kesehatan prioritas di Jawa Timur akan dapat terwujud.

“Anggota SBH diharapkan dapat menjadi mitra dalam mencegah dan melakukan intervensi terkait stunting khususnya di 9 Kabupaten lokus 2018 melalui upaya promotif dan preventif,” terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya melalui peran serta aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di lingkungannya.

“Peran serta aktif masyarakat merupakan salah satu strategi yang perlu terus ditingkatkan dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, ” ungkapnya.

Menurut Shodiq, pemberdayaan masyarakat melalui gerakan pramuka merupakan modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.

“Anggota pramuka dari penegak dan pandega melalui Satuan Karya Pramuka Bakti Husada sebagai kader bangsa dan kader pembaharu di bidang kesehatan sangat perlu mendapat pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat, bakat, ketrampilan dan pengalamannya serta menjadi agen perubahan dalam bidang kesehatan,” jelasnya.

Shodiq menambahkan di Provinsi Jawa Timur sampai dengan tahun 2017 sudah terbentuk 353 Kwaran (Kwartir Ranting) SBH (Saka Bakti Husada) dari 554 Kwaran (63,7%).

“Dalam upaya untuk lebih meningkatkan kegiatan maka salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi yang efektif antar Kwarda dan para pimpinan Saka, lahirlah program kerja bagi kemajuan Saka Bakti Husada khususnya, menyelenggarakan pertemuan Pinsaka secara rutin serta diperlukan regulasi sebagai pegangan dalam mengelola Saka, ” pungkasnya. (wan)