Senin, Juli 23, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Forum Koordinasi Germas

Dinkes Gelar Forum Koordinasi Germas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/4/2018) menggelar Forum Koordinasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 orang lintas sektor, lintas program, akademisi, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan dunia usaha di Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang kebijakan pelaksanaan Germas, peran LS dan LP dalam Germas di kabupaten/kota serta rencana aksi Germas di kabupaten/kota dan roundown acara pencanangan Germas di kabupaten/kota di Jawa Timur. Narasumber terdiri dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, Bappeda Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengungkapkan, Wakil Presiden RI dalam Rapat Terbatas tanggal 18 September 2015 menugaskan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk menyusun kerangka kerja dalam melaksanakan pesan penguatan paradigma pembangunan kesehatan dari kuratif rehabilitatif menjadi promotif-preventif yang dilakukan melalui pendekatan multi sektor serta menyusun rencana aksi terkait penguatan upaya promotif preventif kesehatan.

“Arahan tersebut selanjutnya disusun dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas yang akan menjadi panduan bagi lintas sektor terkait dalam berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat,” tegasnya.

Sementara Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan Germas merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

“Tujuan Germas adalah menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk serta menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran kesehatan,” pungkasnya.(wan)