Jumat, Januari 18, 2019
Beranda > Kesehatan > Dinkes dan YPM Gelar Workshop Analisa Situasi Proyek Sistem Layanan Kesehatan Mata

Dinkes dan YPM Gelar Workshop Analisa Situasi Proyek Sistem Layanan Kesehatan Mata

Reporter : Yono

KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Yayasan Paramitra (YPM) Jawa Timur dan Christopel Blind Mission (CBM) Indonesia, menggelar Workshop Analisa Situasi Proyek Sistem Layanan Kesehatan Mata yang Komprehensif, Inklusif, Replikatif di Kabupaten Probolinggo, Kamis (27/12) di Ruang Pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan.

Kegiatan ini diikuti peserta dari perwakilan beberapa OPD terkait, seluruh Direktur Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Probolinggo, pengurus Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS), BPJS, perwakilan Puskesmas dan Organisasi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Probolinggo.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari program Kesehatan Refraksi Mata atau Inclusive System for Effective Eye care (I-SEE) yang bergulir sejak bulan April 2018. Program I-SEE ini dirancang untuk membantu mengurangi gangguan penglihatan dan kebutaan, terutama yang disebabkan katarak dan kelainan refraksi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Lilik Ekowati, M.Kes pada sambutannya saat membuka kegiatan ini berharap program yang akan dilaksanakan selama 5 tahun ini dapat dimanfaatkan dalam rangka percepatan pembangunan di bidang kesehatan, khususnya kesehatan mata.

dr. Lilik berharap penanganan kesehatan mata tidak hanya tergantung pada pemerintah namun perlu keterlibatan semua stakeholder terkait di luar pemerintah seperti rumah sakit non pemerintah, LSM dan lembaga profesi yang diharapkan punya kepedulian terhadap kesehatan mata.

Pada workshop kali ini juga dibahasa rencana pembentukan Komisi Mata Daerah (Komatda) di Kabupaten Probolinggo. Terkait hal tersebut pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo berharap agar pada awal 2019 Komatda sudah bisa dibentuk.

dr. Lilik mengharapkan pembentukan Komatda ini bukan sekedar formalitas semata. Nantinya diharapkan ada inventarisasi stakeholder maupun lembaga masyarakat yang peduli terhadap Komatda yang kemudian akan menjadi penggerak Komatda Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Direktur Yayasan Paramitra Asiah Sugiarti menegaskan bahwa Komatda nantinya akan mengkoordinir berbagai kegiatan yang dilakukan oleh stakeholder maupun lembaga terkait penanganan kesehatan mata dan penceahan kebutaan di Kabupaten Probolinggo. “Dengan demikian kegiatan yang dilakukan akan lebih terintegrasi dan berlakelanjutan,” ujarnya.

Tahun ini, terdapat 11 Puskesmas dari 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo yang sudah mengikuti program pelatihan kesehatan refraksi mata, sedangkan 22 Puskesmas sisanya akan dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya.

Peserta pelatihan tahap pertama yang difasilitasi Yayasan Paramitra dan CBM itu terdiri dari 33 dokter mata, 11 perawat, 208 kader dan 120 orang guru dari 120 lembaga pendidikan. Mereka dilatih untuk melakukan screening mata sehingga nantinya diharapkan dapat membantu melakukan deteksi dini gangguan penglihatan dan kebutaan di lingkungan dan tempat tugasnya masing-masing.

Sementara pada workshop yang dilaksanakan hari itu, peserta mendapatkan materi dari beberapa narasumber kompeten. Pertama, materi tentang Capaian Program Tahun 1 Sistem Layanan Kesehatan Mata oleh Direktur Yayasan Paramitra Asiah Sugiarti. Materi kedua tentang Baseline I-See Program di Kabupaten Probolinggo oleh Moh. Marsudi dari Yayasan Paramitra. Materi terakhir tentang Epidemologi Penyebab Kebutaan dan Gangguan Penglihatan oleh dr. Moh. Firmansyah dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya.(i0n)