Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Bina Pekerja Beresiko Terpapar Pestisida dan Uji Kolinesterase

Dinkes Bina Pekerja Beresiko Terpapar Pestisida dan Uji Kolinesterase

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan pekerja beresiko terpapar pestisida dan uji kolinesterase sebagai upaya pembinaan industri rumah tangga pangan di Kabupaten Probolinggo, Senin hingga Kamis (20-23/8/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang peserta di wilayah Puskesmas Tegalsiwalan, Jorongan dan Gending. Masing-masing lokasi diikuti oleh 30 orang, namun untuk pengambilan sampel darah hanya sebanyak 75 sampel memenuhi syarat.

Pembinaan yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya upaya kesehatan  kerja ini dihadiri narasumber dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pestisida.

“Selain itu, meningkatkan upaya pencegahan terhadap dampak pestisida serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan kerja,” ungkapnya.

Menurut Yanto, panggilan Sumaryanto, masyarakat di Kabupaten Probolinggo sebagian bermata pencaharian sebagai petani bawang. Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tak terhindarkan.

“Pestisida adalah bahan racun yang dapat bermanfaat apabila cara penggunaannya dilakukan secara tepat dan benar. Namun penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama tanaman dapat juga berisiko pada gangguan kesehatan manusia yang diakibatkan oleh pengelolaan pestisida yang kurang tepat dalam bentuk keracunan kronik/akut,” jelasnya.

Yanto menerangkan pada dosis tertentu penumpukan pestisida di dalam tubuh amat berbahaya bagi kesehatan sebab bahan kimia penyusun pestisida adalah racun. Pada dasarnya setiap bahan aktif yang terkandung dalam pestisida menimbulkan gejala keracunan yang berbeda-beda.

“Gejala keracunan (keluhan subjektif) dari golongan organofosfat dan karbamat antara lain timbul gerakan otot tertentu, penglihatan kabur, mata berair, mulut berbusa, banyak keringat, air liur banyak keluar, mual, pusing, kejang-kejang, muntah-muntah, detak jantung cepat, mencret, sesak nafas, otot tidak bisa digerakan dan akhirnya pingsan,” terangnya.

Lebih lanjut Yanto menambahkan salah satu parameter terjadinya keracunan pestisida pada tubuh manusia adalah menurunnya aktivitas enzim kolinesterase. Enzim kolinesterase sangat penting terutama untuk kerja sistem saraf.

“Tinggi rendahnya aktivitas enzim kolinesterase menjadi indikator berat tidaknya tingkat keracunan yang berhubungan dengan tingkat penghambatan kholinesterase dalam darah. Hal tersebut dapat terjadi pada orang yang aktifitasnya berhubungan langsung dengan pestisida,” pungkasnya. (wan)