Rabu, November 21, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Berikan Pembinaan Teknis Penyehat Tradisional

Dinkes Berikan Pembinaan Teknis Penyehat Tradisional

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dalam memberikan pembinaan kepada Penyehat Tradisional (Hattra) agar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai ketentuan dan Arrahman (Aman, Murah dan Nyaman), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan teknis penyehat tradisional di ruang pertemuan Kantor TP PKK Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/7/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 orang diutamakan yang sudah mengajukan STPT (Surat Terdaftar Penyehat Tradisional) ataupun masih dalam proses pengurusan syarat-syarat. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Perkumpulan Para Pemijet Penyehat Indonesia (PAP3I) Provinsi Jawa Timur dan PAP3I Cabang Probolinggo Raya.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Sri Wahjuni Dyahmartiningsih mengungkapkan pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan salah satu pilihan bagi masyarakat dalam mencari pengobatan atau mengatasi masalah kesehatan.

“Pelayanan kesehatan tradisional telah dikenal sejak dahulu dan hingga kini terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi disertai dengan peningkatan pemanfaatannya oleh masyarakat sebagai perwujudan dari semangat untuk kembali menggunakan hal-hal yang bersifat alamiah,” katanya.

Menurut Dyah, masyarakat perlu diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menggunakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan tradisional. “Oleh karena itu pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan dan pengawasan,” jelasnya.

Dyah menerangkan pelayanan kesehatan tradisional diyakini turut andil dalam peningkatan kesehatan masyarakat karena manfaat dan keamanannya terbukti secara empiris dan dilaksanakan oleh Hattra berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh secara turun temurun atau pendidikan non formal.

“Saat ini jumlah penyehat tradisional semakin meningkat. Berdasarkan laporan puskesmas di Kabupaten Probolinggo sampai bulan Juni 2018 sejumlah 1.814 orang, terbanyak pijet urut sejumlah 1.786 orang,” tegasnya.

Lebih lanjut Dyah menambahkan berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 61 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional pasal 4 bahwa setiap Hattra yang melakukan praktek wajib memiliki STPT serta tidak boleh melakukan tindakan invasive menggunakan alat kedokteran serta obat modern.

“Hattra di Kabupaten Probolinggo sebanyak 1.814 orang ini belum semuanya mempunyai STPT. Hanya 12 orang masih dalam proses di asosiasi. Untuk mendapatkan STPT perlu adanya peningkatan ketrampilan baik dalam metode sarana maupun pengetahuannya,” tambahnya.

Sementara Kasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Patmiati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyehat tradisional sesuai kaidah-kaidah dan peraturan perundangan yang berlaku sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai standart. (wan)