Jumat, Januari 18, 2019
Beranda > Kesehatan > Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Secara Gratis

Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Secara Gratis

Reporter : Syamsul Akbar

KRAKSAAN – Dalam rangka mendukung Bulan Peduli Kanker se-Dunia dan mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo melaksanakan test IVA dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara dengan Tenaga Medis) secara serentak di 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo, Senin hingga Sabtu (6-11/11/2017).

Sasaran dari pemeriksaan IVA dan SADANIS ini adalah semua karyawati, istri PNS dan masyarakat umum usia 30 sampai 59 tahun (wanita). Dengan sasaran setiap puskesmas minimal 100 wanita yang diperiksa.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Wiwik Yuliati mengungkapkan pemeriksaan ini bertujuan agar semua wanita di Kabupaten Probolinggo terbebas dari penyakit kanker.

“Selain itu, 30% wanita usia 30-59 tahun di Kabupaten Probolinggo melakukan deteksi dini kanker rahim dan kanker payudara, meningkatkan penemuan kasus dini kanker rahim dan kanker payudara serta meningkatnya motivasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Wiwik menjelaskan penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular, dimana kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kementrian Kesehatan RI telah memulai dan menjalankan program deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara sejak tahun 2007, namun belum berjalan secara optimal.

“Hal ini karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan deteksi dini, kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya akses pelayanan deteksi dini,” jelasnya.

Diantara semua jenis kanker jelas Wiwik, kanker serviks dan kanker payudara menjadi penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Data prevalensi didapatkan berdasarkan data Riskesdas tahun 2013. Berdasar data tersebut, prevalensi penderita kanker serviks mencapai 0,8 persen dan kanker payudara sebesar 0,5 persen. Namun berdasarkan perkiraan jumlah penderita, Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah penderita terbanyak di tahun 2013.

“Jumlah penderita kanker serviks di Provinsi Jawa Timur mencapai 21.313 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan penderita kanker servik di Indonesia adalah 98.692. Secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk Indonesia di semua umur pada tahun 2013 mencapai 1,4 persen atau 347.792 orang,” terangnya.

Menurut Wiwik, strategi pemerintah dalam upaya pencegahan kanker yang efisien dan efektif adalah dengan sisten Cerdik yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress.

“Dalam rangka bulan Oktober yang diperingati sebagai bulan kanker, maka Dinas Kesehatan bersama Tim Penggerak PKK serta DWP Kabupaten Probolinggo menggelar secara serentak deteksi dini kanker serviks dan payudara secara gratis di 33 puskesmas di Kabupaten Probolinggo,”  pungkasnya.

Pelaksanaan test IVA dan SADANIS ini dimonitoring secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan DWP Kabupaten Probolinggo serta Dinkes Kabupaten Probolinggo ke sejumlah puskesmas secara bergantian. (wan)