Jumat, Agustus 17, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Camat Banyuanyar Bentuk Tim Tangani Pengobatan Warganya

Camat Banyuanyar Bentuk Tim Tangani Pengobatan Warganya

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Derita Fatmawati (25 tahun) dan Asria (22 tahun) warga dusun Pao desa Liprak Wetan kecamatan Banyuanyar kembali menarik perhatian publik. Dua orang kakak beradik ini kondisinya semakin menurun, penyakit kulitnya belum dapat disembuhkan kini ada pula gangguan di fungsi matanya.

Mendengar kondisi warganya yang memprihatinkan, Camat Banyuanyar Didik Abdurrohim langsung membentuk tim koordinasi penanganan permasalahan sosial di tingkat Kecamatan dan Desa untuk membantu mengatasi masalah keduanya.
“Kami prihatin melihatnya, karenanya kami bentuk tim tingkat Kecamatan untuk membantu pengobatannya, kami juga melaporkan kondisi ini kepada Bapak Pj. Bupati Probolinggo ” kata Camat bertubuh subur ini.

Menurut Didik, pada Rabu (11/04/2018), hal pertama yang dilakukan timnya adalah mengunjungi rumah keluarga Fatmawati dan Asria untuk memberikan pendampingan non medis dan pengobatan sementara di Puskesmas Banyuanyar. Namun, sehari berikutnya, Kamis (12/04/2018), tim memutuskan untuk merujuk keduanya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif.

Perihal kedua yang difasilitasi tim ini antara lain, membantu menyiapkan dokumen kependudukan yang diperlukan, manakala kakak beradik tersebut di rujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Selama di RSUD Waluyo Jati, kedua pasien ini mendapatkan pengobatan kulit, pemberian obat tetes khusus untuk kulit di sekitar mata agar tidak kering, sementara untuk pengobatan mata kedua pasien ini diberikan obat telan untuk di konsumsi setiap hari. “siang tadi pasien diizinkan pulang tetapi wajib konsultasi dan pemeriksaan secara berkala” katanya Didik sambil terus mendoakan keduanya.

Data yang dihimpun tim Bromoinfo.id menerangkan, tim bentukan Camat Banyuanyar ini terdiri dari aparatur Kecamatan, aparatur Puskesmas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), aparatur Pemerintah Desa dan tokoh pemuda di Kecamatan.

Pada tahun 2006 lalu, kedua penderita ini awalnya merasakan panas badan, gatal-gatal di sebagian tubuhnya, lama-lama kulitnya mengelupas, dan saat ini pasien merasakan gatal-gatal di kelopak mata, matanya berair dan terkadang lengket sehingga mengganggunya.

Lebih lanjut Didik menuturkan bahwa pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo, K3S, Puskesmas Banyuanyar, RSUD Waluyo Jati untuk menentukan langkah berikutnya sambil menunggu hasil observasi medis. (dra)