Kamis, Februari 21, 2019
Beranda > Pendidikan > Bupati Tantri Apresiasi Inovasi Pembelajaran Guru

Bupati Tantri Apresiasi Inovasi Pembelajaran Guru

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap upaya guru dalam menciptakan inovasi pembelajaran agar proses belajar mengajar di sekolah bisa berlangsung dengan efektif dan inovatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tantri usai mengunjungi stand pameran Inovasi Pembelajaran yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo untuk memeriahkan Dialog Pendidikan dalam rangka resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Senin (3/12/2018).

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para guru di Kabupaten Probolinggo karena telah mampu menciptakan inovasi dan telah berfikir maju ke depan dengan mampu memberikan sebuah cara rumus yang simple untuk diterapkan ke anak didiknya sehingga tidak perlu lagi menggunakan kalkulator,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, inovasi yang berhasil diciptakan ini setidaknya bisa menjadi pemacu semangat para guru. Terlebih mulai tahun 2013 lalu, Pemerintah Daerah telah bertekad untuk menjadikan Kabupaten Probolinggo yang berdaya saing, salah satunya melalui inovasi.

“Sebenarnya di Kabupaten Probolinggo sudah ada lomba Inovasi Daerah dengan leading sektornya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Ternyata di jajaran guru dan tenaga kependidikan banyak sekali inovasi pembelajaran. Oleh karena itu, saya meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo harus ada lomba inovasi tersendiri khusus bagi para guru dan tenaga pendidik,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menyampaikan inovasi ini sangat diperlukan karena tantangan guru sangat luar biasa berat dan tidak sama seperti dulu. Inovasi ini merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan oleh guru bagaimana mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semuanya.

“Dengan inovasi harapannya bisa menjadi best practice (praktek terbaik) di sekolah sehingga mampu direplikasi oleh lembaga yang lain demi mewujudkan pendidikan berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)