Sabtu, April 21, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Bentuk Paguyuban Budidaya Lele Sumber Rejeki

Bentuk Paguyuban Budidaya Lele Sumber Rejeki

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo secara resmi membentuk Paguyuban Budidaya Lele Sumber Rejeki Kabupaten Probolinggo. Pembentukan ini dihadiri oleh puluhan pembudidaya lele yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kepengurusan masa bhakti 2018-2020 ini, Ketua dipercayakan kepada Jumadi dari Pokdakan Mina Tani Clarak Desa Clarak Kecamatan Leces. Selanjutnya, Sekretaris dijabat oleh Novan dari Pokdakan Sugih Iwak Desa Maron Wetan Kecamatan Maron dan Bendahara dijabat oleh Wahyudiono dari Pokdakan Berkah Siongan Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih.

“Sebenarnya paguyuban budidaya lele ini sudah ada, tetapi vakum dan tidak ada aktivitasnya. Kepengurusan dan anggotanya juga tidak jalan. Sehingga keberadaannya benar-benar seperti mati suri. Oleh karena itu, saat ini kita bentuk lagi dengan harapan bisa menampung aspirasi para pembudidaya lele di Kabupaten Probolinggo, ” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.

Paguyuban budidaya lele ini terbagi dalam 3 (tiga) koordinator wilayah (korwil). Korwil Timur dijabat Syaiful dari Pokdakan Tani Lele Hidup Mandiri Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan. Meliputi Kecamatan Paiton, Kraksaan, Pajarakan, Besuk, Gading dan Kotaanyar.

Korwil Tengah dijabat Azza Tri Maulana dari Pokdakan Tunas Harapan Desa Maron Kecamatan Maron meliputi Kecamatan Gending, Maron, Tegalsiwalan, Banyuanyar, Leces dan Dringu. Serta Korwil Barat dijabat Holil dari Pokdakan Pantura Ambulu Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih. Meliputi Kecamatan Sumberasih, Tongas, Lumbang, Wonomerto dan Kuripan.

“Pembentukan paguyuban ini dilatarbelakangi dengan banyaknya permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok. Mulai dari benih, pakan, penjualan hingga pemasaran. Sehingga mereka perlu sebuah wadah untuk memecahkan permasalahan tersebut secara bersama-sama,” terang Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono.

Menurut Ipung, paguyuban ini salah satunya mempunyai tugas memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang ada di pembudidaya. Karena bagaimanapun permasalahan yang muncul tidak akan mampu diselesaikan sendiri dan butuh pembudidaya yang lain. “Dalam hal pemasaran misalnya, paguyuban ini bertindak sebagai pusat informasi yang dapat menghubungkan para pembudidaya dengan penjual,” tegasnya.

Paguyuban budidaya lele ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pembudidaya lele dan pendapatan masyarakat. Setidaknya nanti ada kepastian pasar, sehingga para pembudidaya lele tidak takut untuk mengembangkan usahanya.

“Dengan adanya paguyuban ini kami berharap nantinya permasalahan klasik yang ada di pembudidaya mulai dari kekurangan benih berkualitas maupun pemasaran bisa teratasi sehingga ada kepastian pengembangan usaha masing-masing pembudidaya,” harapnya. (wan)