Rabu, September 19, 2018
Beranda > Pendidikan > Baznas Seleksi Penerima Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Kaum Dhuafa

Baznas Seleksi Penerima Beasiswa Pendidikan Mahasiswa Kaum Dhuafa

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/9/2018) melakukan seleksi penerima beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kaum dhuafa. Beasiswa pendidikan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) ini disambut dengan sangat antusias oleh para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo.

Para mahasiswa ini berasal Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan, STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Zainul Hasan Genggong, Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton, Universitas Terbuka (UT) dan STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Muhammadiyah Probolinggo.

“Beasiswa pendidikan melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini bertujuan untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa dari keluarga kaum dhuafa hingga menyandang gelar sarjana,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggpo H Ahmad Muzammil.

Pada tahap awal seleksi ini diikuti oleh 23 orang mahasiswa dan mahasiswi. Mereka mengirimkan biodata pribadi dan foto copy KK (Kartu Keluarga). Selanjutnya tim Baznas Kabupaten Probolinggo melakukan survey lapangan berdasarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.

“Dari hasil survey ini, ternyata hanya 18 orang mahasiswa saja yang memenuhi kriteria fakir dan miskin. Selanjunya mereka mengikuti pengarahan dan tes wawancara untuk menentukan 10 orang mahasiswa yang benar-benar layak menerima beasiswa pendikan dari Baznas Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dalam tes wawancara ini, ada beberapa materi pertanyaan yang disampaikan oleh beberapa tim penguji. Seperti pemahaman tentang Baznas, keahlian yang dimiliki, pengalaman dalam berorganisasi serta pengetahuan secara umum. Rata-rata mahasiswa menjalani tes wawancara tidak sampai 30 menit.

“Syarat untuk mendapatkan beasiswa pendidikan ini sangatlah mudah sekali. Salah satunya mahasiswa harus warga Kabupaten Probolinggo dan dari keluarga tidak mampu. Selain itu, dalam keluarga tidak ada yang sarjana maupun mendapatkan beasiswa pendidikan dari lembaga lainnya,” jelasnya.

Menurut Muzammil, program Satu Keluarga Satu Sarjana melalui beasiswa pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dari masyaramat melalui peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Karena jika SDM meningkat, maka secara otomatis akan dapat mengangkat taraf kehidupan dari keluarganya.

“Selain itu, untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam menempuh pendidikannya di perguruan tinggi sampai tuntas. Disamping juga membantu mensukseskan program-program Baznas Kabupaten Probolinggo. Oleh karenanya, penerima beasiswa pendidikan ini harus berasal dari kaum dhuafa,” tegasnya.

Lebih lanjut Muzammil meminta agar para mahasiswa yang nantinya terpilih sebagai penerima beasiswa agar mampu membawa naik baik Kabupaten Probolinggo. “Nantinya para penerima beasiswa ini harus membantu mensukseskan program Satu Keluarga Satu Sarjana dan aktif terlibat dalam setiap kegiatan Baznas Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Melalui pemberian beasiswa pendidikan ini Muzammil mengharapkan agar bisa membantu meringankan beban penderitaan dari para kaum dhuafa yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi terkendala biaya.

“Setidaknya para mahasiswa ini bisa lebih mengenal tentang manfaat zakat dan infaq. Paling tidak mahasiswa bisa memahami tentang pengelolaan zakat dan infaq/shodakoh di Baznas Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)