Beranda > Pemerintahan > Banggar Sampaikan Laporan Pembahasan KUA-PPAS Tahun 2019

Banggar Sampaikan Laporan Pembahasan KUA-PPAS Tahun 2019

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – DPRD Kabupaten Probolinggo kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil kegiatan Badan Anggaran (Banggar) Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2019, Rabu (7/11/2018).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Moh Yasin ini dihadiri oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Dari pihak esekutif hadir Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, sejumlah pejabat serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Dalam laporan hasil kegiatan Banggar pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun 2019 yang dibacakan oleh Suhud disebutkan bahwa pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun 2019 dilakukan secara simultan dan tidak dibahas secara terpisah, karena semua esensi yang terkandung di dalamnya saling mendukung antara kebijakan program dan plafon anggarannya.

Dalam penyusunan rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2019 ini adalah melaksanakan pembangunan sesuai tema pembangunan tahun 2019 Meningkatkan Daya Saing Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat.

Saat rapat kerja antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran juga disampaikan secara umum tentang kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah dan kebijakan pembiayaan daerah serta strategi pencapaiannya. Kekuatan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 1.818.899.916.000 atau mengalami penurunan sebesar 15.42% dari APBD setelah perubahan tahun 2018.

Sedangkan untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1.862.653.764.000, dibandingkan dengan APBD setelah perubahan tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 19.89%. Sehingga dari total anggaran pendapatan dan jumlah belanja daerah, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp 43.753.848.000. Keadaan defisit ini akan ditutup melalui surplus pembiayaan daerah. (wan)