Jumat, Agustus 17, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Pangkas Pohon Jalan Nasional

Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Pangkas Pohon Jalan Nasional

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Sebagai bentuk antisipasi pohon tumbang akibat adanya angin kencang, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo tengah gencar melakukan pemangkasan ranting dan pemotongan pohon di sepanjang jalan nasional.

“Akhir-akhir ini angin bertiup dengan kencang. Tentunya ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya pohon tumbang, terutama di sepanjang jalan nasional. Oleh karena itu, BPBD mengambil langkah untuk melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang rawan tumbang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Pemangkasan dan pemotongan pohon ini dilakukan mulai dari titik timur di Kecamatan Paiton hingga titik barat Kecamatan Tongas. Serta ke titik selatan hingga perbatasan Kabupaten Probolinggo-Lumajang.

“Upaya ini kami lakukan agar supaya tidak membahayakan masyarakat pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Karena keselamatan para pengguna jalan harus tetap diutamakan, ” jelasnya.

Sebelum pemangkasan dan pemotongan pohon dilakukan, BPBD terlebih dahulu melakukan survey dan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII terkait pohon yang rawan tumbang di jalan nasional. Disamping berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meliputi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo.

“Dari hasil survey, terdapat 52 pohon rawan tumbang di jalur hijau nasional. Tetapi berdasarkan rekomendasi hasil survey lapangan ada 42 pohon yang harus segera dipangkas rantingnya dan 10 pohon yang harus segera dipotong akibat rapuh dan rawan tumbang, ” terangnya.

Menurut Anung, ada beberapa kriteria yang dilakukan terhadap pohon yang akan dipangkas dan dipotong. Seperti mengganggu jalan raya, rantingnya rawan patah dan pohonnya sudah rapuh sehingga rawan tumbang.

“Pemangkasan ranting dan pemotongan pohon ini akan dilakukan secara rutin, terutama menjelang datangnya musim kemarau dan angin kencang sehingga keselamatan pengguna jalan terjaga, ” tegasnya.

Anung menerangkan bahwa datangnya angin kencang ini salah satunya karena diakibatkan oleh kencangnya Angin Gending. Dimana angin yang terkenal di Kabupaten Probolinggo ini terjadi akibat pertemuan antara angin dari kawasan Tengger, angin Gunung Argopuro dan angin Gunung Lamongan.

“Angin ini bertemu di daerah Gending yang memang posisinya lebih rendah. Pertemuan tiga arah angin ini ditambah dengan adanya angin laut. Dari sinilah kemudian muncul angin Gending yang sangat kencang,” katanya.

Selain jalan nasional, Anung menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon di sejumlah jalan kabupaten. Seperti Tongas-Sukapura; Sinto-Tegalsiwalan; Gending-Klenang; Klaseman-Maron, Pajarakan-Condong; Semampir-Wangkal; Jabung-Besuk; Paiton-Pakuniran maupun Paiton-Kotaanyar.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa tetap waspada terhadap terjadinya bencana, terutama pohon tumbang karena sekarang anginnya masih bertiup sangat kencang,” pungkasnya. (wan)