Rabu, September 19, 2018
Beranda > Kemasyarakatan > Ajak Masyarakat Tidak Potong Ternak Betina Produktif

Ajak Masyarakat Tidak Potong Ternak Betina Produktif

Reporter : Syamsul Akbar
LECES – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo terus mengajak para jagal, pemilik kios daging, peternak dan masyarakat di Kabupaten Probolinggo supaya tidak memotong ternak betina produktif. Upaya ini dilakukan untuk ikut bersama mendukung pencapaian swasembada daging tahun 2026 mendatang.

Demi mewujudkan hal tersebut, DPKH gencar mengadakan kegiatan bertajuk Stop pemotongan ternak ruminansia betina produktif kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Terlebih menyambut datangnya hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah atau hari raya kurban. Seperti yang dilakukan di Kantor Kecamatan Leces, Kamis (12/7/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh para jagal, pemilik kios daging, peternak, masyarakat dan polsek dari Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan. Sebagai narasumber hadir KBO Binmas Polres Probolinggo Aipda Alim dan Camat Leces Heri Mulyadi.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar berhenti dan tidak memotong betina produktif menjelang hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah.

“Ternak betina boleh dipotong dengan syarat sudah mendapat pemeriksaan dari dokter hewan atau petugas teknis peternakan. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku berupa Undang-undang (UU) Nomor 18 tahun 2009 Tentang peternakan dan kesehatan hewan, ” katanya.

Menurut Niko, panggilan akrab Nikolas Nuryulianto, tujuan dari stop pemotongan betina produktif adalah mendukung tercapainya swasembada pangan, khususnya daging pada tahun 2026. “Sekaligus menambah populasi ternak ruminansia di masyarakat, sehingga dimungkinkan negara tidak lagi mengimport daging dari luar negeri,”  ungkapnya.

Niko menerangkan bahwa DPKH Kabupaten Probolinggo akan melibatkan dokter hewan, petugas teknis peternakan kecamatan dan petugas teknis RPH untuk menyambut datangnya hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah.

“Dalam melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum dipotong) dan post mostem (setelah dipotong). Semua ini dilakukan demi menjamin beredarnya pangan asal hewan yang ASUG (Aman Sehat Utuh dan Halal), sehingga layak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)