Tuesday, October 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Mulai Bahas Raperda P-APBD 2020

Mulai Bahas Raperda P-APBD 2020

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama dengan DPRD Kabupaten Probolinggo mulai melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020.

Pembahasan ini diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo Tentang Rancangan P-APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020 oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/8/2020).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Dalam Nota Penjelasan Bupati tersebut disampaikan adapun pertimbangan yang mendasari Perubahan APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020 ini adalah adanya penurunan pendapatan daerah terutama dari transfer dana perimbangan yang tidak mencapai proyeksi yang ditetapkan dalam APBD murni tahun 2020 sebagai akibat adanya kebijakan pemerintah terkait transfer dana bagi hasil oleh pemerintah pusat yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1
tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas system keuangan menjadi undang-undang.

Disamping itu juga adanya perubahan proyeksi pembiayaan daerah serta erjadinya beberapa pergeseran belanja program dan kegiatan. Kondisi ini menyebabkan perubahan APBD menjadi pilihan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten
Probolinggo agar proses pembangunan dapat berjalan secara baik dengan tetap memilah dan melihat ketersediaan sumber pembiayaan pembangunan serta prioritas-prioritas yang telah ditetapkan dari awal.

Pendapatan daerah mengalami perubahan proyeksi yang semula dianggarkan sebesar Rp. 2.445.279.749.370,50 berubah menjadi sebesar Rp. 2.299.715.187.427,50 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 145.564.561.943,00 atau 5,95%.

Terdiri dari pos Pendapatan Asli Daerah semula dianggarkan sebesar Rp. 244.679.441.000,00 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp. 17.704.174.593,00 atau sebesar 7,19% sehingga menjadi sebesar Rp. 226.975.266.407,00.

Pos dana perimbangan yang semula dianggarkan sebesar Rp. 1.511.720.297.072,00 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp. 150.358.085.350,00 atau sebesar 9,95% sehingga menjadi sebesar Rp. 1.361.362.211.722,00.

Serta lain-lain pendapatan daerah yang sah yang semula dianggarkan sebesar Rp. 688.880.011.298,50 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar Rp. 22.497.698.000,00 atau sebesar 3,27% sehingga menjadi sebesar Rp. 711.377.709.298,50.

Sementara belanja daerah pada P-APBD tahun 2020 mengalami perubahan plafon anggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp. 2.484.137.175.357,50 berubah menjadi sebesar Rp. 2.464.749.969.127,23 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 19.785.134.320,27 atau 0,76%.

Rinciannya, belanja tidak langsung yang semula dianggarkan sebesar Rp. 1.456.812.133.240,50 berubah menjadi sebesar Rp. 1.583.311.377.616,71 atau mengalami peningkatan sebesar Rp. 126.101.316.286,21 atau 9,28% dan belanja langsung yang semula dianggarkan sebesar Rp. 1.027.325.042.117,00 berubah menjadi sebesar Rp. 881.438.591.510,52 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 145.886.450.606,48 atau 15,00%.

Jika dibandingkan antara pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp. 2.299.715.187.427,50 dengan belanja daerah setelah perubahan sebesar Rp. 2.464.749.969.127,23, maka terdapat defisit sebesar Rp. 165.034.781.699,73 yang akan ditutup dengan selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan ditambah sisa lebih anggaran tahun berkenaan.

Penerimaan pembiayaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp. 61.940.425.987,00 berubah menjadi sebesar Rp. 185.792.745.469,73 mengalami kenaikan sebesar Rp. 123.852.319.482,73 atau 199,95% dan pengeluaran pembiayaan daerah mengalami
perubahan dari yang semula dianggarkan sebesar Rp. 23.083.000.000,00 berkurang sebesar Rp. 2.325.036.230,00 atau 11,14% menjadi sebesar Rp. 20.757.963.770,00.

Pembahasan Rancangan P-APBD tahun anggaran 2020 ini akan terus berlanjut kepada Pemandangan Umum (PU) fraksi, Jawasan Eksekutif atas PU Fraksi, pembahasan Banggar dan Tim Anggaran serta Pendapat Akhir (PA) Fraksi terhadap Rancangan P-APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020. (wan)