Wednesday, October 20, 2021
Depan > Pemerintahan > Masker Jadi Barang Wajib Dipakai

Masker Jadi Barang Wajib Dipakai

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini, kasus orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Probolinggo selama tiga minggu terakhir tidak terlalu bagus. Oleh karena itu, PNS harus menjadi contoh dan tauladan bagi lingkungan sekitar dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika memimpin pengambilan sumpah/janji 270 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Senin (31/8/2020) pagi di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo.

“Saudara-saudara semua harus mampu menjadi agen-agen perubahan di lingkungan masing-masing, khususnya dalam hal penegakan protokol kesehatan. Memakai masker sudah bukan menjadi saran, tetapi wajib dilakukan hari ini. Tidak hanya memakai masker, tetapi memastikan masker terpasang dengan layak dan proper menutupi hidup dan mulut dalam kondisi apapun,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, jika kemudian harus membuka masker, pastikan kanan kirinya clear. PNS harus banyak belajar dari kondisi di luar Kabupaten Probolinggo. Kasus-kasus yang berada di perkantoran tidak hanya karena sistem AC, tetapi menyadari kecenderungan tidak hanya PNS tetapi seluruh pekerja yang bertemu dengan teman sekerjanya dan teman sekantornya karena merasa sudah ada ikatan kekeluargaan dan keakraban, sehingga menganggap teman kantornya adalah keluarganya sendiri, sehingga melepas masker, makan bareng dan seterusnya.

”Hari ini kita harus bersabar sejenak bahwa hal ini harus kita tinggalkan terlebih dahulu. Sekali lagi untuk apa, untuk keamanan dan keselamatan kita bersama. Kita harus lebih bertanggung jawab pada keselamatan diri masing-masing dan keselamatan orang lain,” jelasnya.

Oleh karenanya, Bupati Tantri mengingatkan dan menginstruksikan pada semuanya bahwa masker menjadi barang wajib dipakai. “Harapannya dengan keteladanan dan contoh yang baik ini, rakyat akan melihat dan semoga semakin hari kesadaran masyarakat akan semakin tinggi,” tegasnya.

Bupati Tantri menegaskan keprihatinan yang terjadi di semua sektor dan lini juga harus menggugah empati semua PNS selaku manusia. Semua sektor terganggu dan banyak PHK disana sini.

“Satu yang masih ada harapan dan peluang bisa, siapakah itu adalah saudara-saudara semua selaku PNS. Karena gaji telah ditanggung oleh negara dan tidak akan mungkin tidak akan digaji. Oleh karenanya, kepedulian sosial dan kesalehan sosial serta ketauladan harus bersama-sama kita perjuangkan,” pungkasnya. (dra)